NU : Kami Bukan Pendukung Komunis


NU : Kami Bukan Pendukung Komunis

Islamedia Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menegaskan NU bukan pendukung komunis seperti informasi yang beredar belakangan ini. Ada narasi seolah NU akan menjadi pendukung Nasionalis, Agama, Komunisme (Nasakom) muncul jelang Pemilu serentak April 2019 mendatang,

"Di tahun politik ini ada saja yang menarasikan seolah-olah NU akan menjadi pendukung Nasakom (Nasionalis, Agama, Komunisme) baru kalau Jokowi menang Pilpres. Ahistoris dan ilusif," ujar Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas di Jakarta, seperti dilansir republika Jumat (8/2/2019).

Robikin mengatakan narasi tersebut keliru sebagaimana didasarkan NU di masa Bung Karno berkuasa pernah mendukung Nasakom. "Perlu dicatat, NU bukan pendukung PKI. Setelah pemberontakan G 30 S/PKI, NU bahkan berada di garda terdepan menuntut pembubaran PKI," klaim Robikin.

Menurut Robikin, NU saat itu berhadapan langsung dengan PKI karena paham Islam ahlu sunnah wal jamaah. Selain itu, visi kebangsaan yang dianut NU tak memberi ruang bagi tafsir PKI terhadap sila pertama Pancasila dan pemberontakan yang dilakukan PKI. 

Sejarah mencatat, kata dia, dukungan NU terhadap Nasakom pada era demokrasi terpimpin kala itu bukan hanya lantaran pertimbangan keutuhan NKRI. NU juga sebagai bandul politik untuk membendung laju komunis yang kala itu pengaruhnya makin meluas.

Robikin juga mengatakan di era tersebut NU menempatkan diri menjadi benteng Islam dari kemungkinan ancaman komunis. Apalagi NU di masa itu bisa disebut sebagai satu-satunya kekuatan politik Islam usai pembubaran Masyumi karena terlibat PRRI/Permesta.

Di tahun politik ini RObikin menghimbau kepada semua pihak untuk berlomba-lomba dalam kebaikan.

"Agar fastabiqul khairat. Berlomba-lombahlah dalam berbuat kebaikan, dengan cara yang baik," Himbau Robikin.[islamedia].

Baca Ini Juga ...: