Bawaslu Tegur Tjahjo soal Ajakan 3000 Kades Teriakkan Nama Jokowi


Bawaslu Tegur Tjahjo soal Ajakan 3000 Kades Teriakkan Nama Jokowi
Islamedia Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mendapat teguran keras dari Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu RI) terkait ajakan kepada 3.000 kepala desa meneriakkan nama calon presiden nomor urut 01 sekaligus Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Anggota Bawaslu RI, Fritz Edward Siregar mengingatkan kepada Tjahjo sudah ada nota kesepahaman antara Bawaslu dengan berbagai pihak, termasuk Tjahjo selaku Mendagri.

"Semua pihak setuju untuk lebih bersinergi. MoU akan dilaksanakan bersama Kapolri, Panglima TNI, KASN, Mendagri, dan BKN dalam hal netralitas," kata Fritz saat dihubungi, Jumat (22/2/2019).

Dia enggan berkomentar terkait tindak lanjut terhadap pernyataan Tjahjo yang berpotensi melanggar aturan kampanye. Fritz hanya mengingatkan bahwa ada Peraturan Bawaslu Nomor 6 Tahun 2018 terkait netralitas ASN. 

"Semua pihak harus diminta menjaga itu," tegas dia.

Sementara Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pramono Ubaid Tanthowi meminta Tjahjo dan menteri lainnya untuk mengindahkan batasan kampanye bagi pejabat negara.

Dalam Pasal 302 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum diatur menteri hanya boleh berkampanye di hari libur. Jika ingin melakukannya di hari kerja, harus mengajukan cuti tanpa tanggungan negara. Jatah cuti kampanye hanya satu hari setiap minggu.

"Kalaupun menteri harus terlibat dalam kampanye kan ada aturannya. Ya dia misalnya cuti, begitu atau misalnya agar layanan publik tidak terganggu, mengambil hari Sabtu dan Minggu kan bisa," ucap Pramono saat ditemui di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (22/2).

Seperti diketahui, Tjahjo mengumpulkan 3.000 kepala desa dan 500 badan musyawarah desa dalam Rakornas Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2019 di Gedung Ecopark Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Rabu (20/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut, Tjahjo melaporkan ke Jokowi dan memberi arahan ke perangkat desa terkait program dana desa. Lalu Tjahjo sempat meminta para pejabat desa untuk meneriakkan nama Jokowi.

"Terima kasih Pak Jokowi. Tolong untuk kepala desa dan badan musyawarah desa berdiri. Kalau saya teriak dana desa, Pak Jokowi," ujar Tjahjo.

"Dana desa," Tjahjo berteriak. "Pak Jokowi," saut aparatur desa. 

sumber : cnnindonesia

[islamedia].