Pengamat : Prabowo-Habib Salim Lawan Sebanding Tantang Jokowi


prabowo habib salim
Islamedia Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengungkapkan bahwa poros koalisi Partai Gerindra, Demokrat, PKS, dan PAN harus melakukan perhitungan sangat cermat dan tepat agar tak kalah dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Menyiapkan lawan yang sebanding dengan poros Jokowi adalah salah satu hal yang wajib dilakukan.

"Maka dari itu, kapasitas, popularitas, akseptabilitas (penerimaan publik) terhadap kandidat menjadi pertimbangan yang sangat penting," Ujar Chaniago dalam siaran pers seperti dilansir SINDOnews, Ahad(5/8/2018).

Gerindra Cs disarankan membaca tren yang sedang disukai dan diinginkan publik. Misalnya terkait sentimen publik dan tren politik yang memunculkan gelombang populisme Islam di Indonesia. Diakui atau tidak gerakan populisme Islam saat ini telah merambah politik nasional dan menjadi kekuatan politik baru yang menemukan momentumnya dalam Pilkada DKI Jakarta pada 2017. 

"Populisme Islam kini juga ikut memainkan peranan yang cukup strategis dalam rangka menggalang kekuatan untuk mendukung atau tidak terhadap poros koalisi yang sudah terbentuk. Ijtima ulama, GNPF 212, sebagai aksi nyata dari gerakan ini," katanya.

Karena itu, kata Pangi Syarwi, rekomendasi yang dikeluarkan oleh gerakan ini menjadi pertimbangan penting. Habib Salim Segaf Al-Jufri dan Ustad Abdul Somad (UAS) yang merupakan rekomendasi hasil ijtima' ulama untuk mendampingi Prabowo Subianto adalah dua nama yang punya basis massa dan dukungan kuat di akar rumput. 

Habib Salim Segaf Al-Jufri adalah Ketua Majelis Syura PKS. Dia merupakan mantan Menteri Sosial era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan juga pernah menjadi Duta Besar RI untuk Arab Saudi dan Oman. Habib Salim Segaf juga merupakan keturunan ulama besar Palu, Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan nama "Guru Tua" pendiri Yayasan Al-Khairaat.

"Beliau juga masih punya garis hubungan sangat dekat dengan Habaib dan juga dekat dengan kiai NU, dan tokoh Muhammadiyah, cenderung lebih moderat dan mampu berkomunikasi dengan semua kelompok dan kekuatan Islam mana pun," ujar Pangi Syarwi. 

"Tentu saja ini menjadi modal yang sangat berharga untuk menjadi wakil presiden jika nanti beliau berjodoh dipasangkan dengan sosok Prabowo Subianto," ujar Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini.

[islamedia].

Baca Ini Juga ...: