Pemerintah Diminta Tegas Kasus Sparatis Papua Sebagai Terorisme


teroris papua
Islamedia Sekretaris The Islamic Study and Action Center (ISAC), Endro Sudarsono mendesak pemerintahan Jokowi JK untuk tegas dalam menegakkan hukum kasus terorisme yang terjadi di Papua. 

Menurut Endro yang dilakukan kelompok bersenjata di Papua sudah masuk kategori tindakan teror dan melawan pemerintah.

Indonesia berduka, bahwa kasus ini harus segera diusut tuntas, karena sudah nyata-nyata telah berbuat sadis, kejam dalam melawan pemerintah beserta warga dengan penembakan pesawat dan 3 korban meninggal dunia warga sipil,” ujar Endro seeprti dilansir kiblat, Kamis (28/6/18).

Endro meminta Presiden Jokowi harus tegas untuk penegakan hukum kasus terorisme dan separatisme di bumi Papua.

ISAC menilai kasus teror di Nduga itu juga terlihat bermotif politik, separatis dan gangguan Kamtibmas. Dengan demikian, ia meminta kepada pemerintah untuk melibatkan Densus 88 dan TNI ikut andil dalam penanggulangan kasus di kemudian hari. Sinergi itu penting untuk penegakan hukum terhadap semua pelaku dan aktor intelektualnya.

Terorisme dalam kasus ini nampak sekali bermotif politik, separatis dan gangguan Kamtibmas,” kata Endro.

Endro menambahkan aksi teror kelompok sparatis di Papua itu seharusnya menjadi operasi prioritas pemerintah. 

Kami menunggu langkah dan sikap aparat penegak hukum dalam kasus terorisme dan separatisme di bumi Papua,” pungkas Endro.

Seperti diketahui bahwa saat menjelang Pilkada serentak 27 Juni 2018 lalu terjadi aksi teror berupa penembakan terhadap aparat keamanan dan logistik Pilkada di bandara Kenyam, Nduga, Papua. [islamedia].


Baca Ini Juga ...: