Mengapa harus Membenci PKS?


Islamedia - Gak ngerti juga dengan pemikiran para pendukung sebelah mengapa harus membenci PKS. Jika tolak ukurnya adalah tindakan korupsi kader parpol, PKS masih menempati urutan buncit sebagai partai yang paling banyak menghasilkan kader korup. Di atas PKS masih bertahan para partai besar yang berkoar sangat nasionalis, juga partai agama yang mempunyai basis massa terbesar.

Mengapa kasus korupsi partai PKS sering di blow up?

Karena ekspektasi pada PKS justru paling besar dimiliki oleh para pembenci PKS sendiri. Jika ukurannya partai agama, PKS sangat berbeda dengan PKB PAN, dan PPP. PKS dinilai oleh mereka memang membawa nilai islamis pada pergerakan kadernya.

Kader mereka sangat berpendidikan, bukan berasal dari figur yang terkenal karena jabatan di masyarakat. Karena di nilai PKS paling berpeluang membawa Islam kaffah yang kampungan yang sangat dibenci kalangan islamphobia, maka PKS wajib dijadikan lawan oleh mereka.

Para sekuler dan liberal sangat membenci Islam kaffah alias islam kampung, mereka benci kewajiban berjilbab itu ada, mereka benci jika umat Islam semakin mencintai dan menjalankan syariat agamanya. Dalam bayangan mereka, jika PKS bisa menjadi partai no. 1 di Indonesia, maka Indonesia akan menjadi negara terbelakang. Karena pastinya Indonesia akan mempunyai kebijkan yang islamis.

Segala propaganda disebar dan di boomingkan jika pelakunya adalah PKS. Kasus korupsi yang sudah biasa menjangkiti kader parpol, sepertinya sangat istimewa ketika kader PKS tersangkanya . Bila parpol lain yang tersangkut korupsi, itu sudah biasa. Namun jika PKS yang jadi pelakunya, hebohnya luar dalam. Mereka seperti menemukan mainan yang bisa mereka pamerkan ke semua orang .

Semuanya bersatu memperburuk citra PKS, masalah kecil bisa jadi besar jika PKS ada di dalamnya.

Mulai tuduhan partai korupsi, hingga yang terakhir PKS dituduh sebagai partai yang mendukung terorisme dengan modal pemberitaan di media berita. Harapan mereka, dengan kliping tersebut bisa menghancurkan PKS, syukur-syukur jika bisa bubarkan PKS.

Mardani Ali Sera berkata "PKS terlalu besar jika harus berhadapan dengan mereka para pembencinya". Ketika Faisal Assegaf melaporkan PKS atas dugaan dukungan pada terorisme, Mardani Ali Sera menjawab ringan.

"Silahkan menilai, siapa PKS dan siapa FA"

PKS adalah partai besar, sejak mereka terbentuk hingga saat ini, PKS sudah ikut menyumbang bagi pembangunan Indonesia. Dengan puluhan kader yang jadi kepala daerah serta ribuan yang duduk di parlemen, apakah level apabila PKS harus mendengarkan ocehan seorang manusia yang sedang lapar Seperi FA?

Siapa FA, apa yang telah di hasilkan FA bagi Indonesia? Dan apa yang telah di hasilkan PKS bagi Indonesia..? Tentu saja gak level jika membandingkan seekor tikus dengan burung elang. Not terong to wortel.

Islamphobia yang mereka tularkan pada umat memang menjangkiti pada sedikit saudara Muslim dan menilai PKS adalah partai yang busuk. Mereka yang terjangkiti virus islamphobia adalah mereka saudara seiman yang sedang tipis imannya karena mudah terperdaya omongan dusta.

Ada tuduhan apabila PKS memimpin, maka ritual agama seperti tahlilan akan dibabat habis. Hal ini disebarkan untuk meniadakan dukungan PKS yang berasal dari kalangan NU. Padahal, kader PKS sendiri banyak dari kalangan NU. Mustahil apabila itu terjadi, buktinya kepala daerah yang berasal dari kader PKS, apakah ada keluarkan kebijakan hapus tahlilan di daerah mereka..?

Ada tuduhan, apabila PKS memimpin nanti Indonesia akan menjadi negara Islam. Ini juga tuduhan yang tidak mendasar. Banyak Bupati dan walikota dari PKS, apakah mereka memakai sistem syariat Islam dalam hukum di daerahnya..?

Ada tuduhan PKS adakah partai terkorup, seperti di awal tulisan ini, masih banyak parpol yang duduki peringat juara korupsi di bandingkan PKS. Jika saja KPK mau merilis daftar parpol yang tersangkut korupsi...pasti PKS menduduki urutan terakhir . KPK tidak akan rilis daftar itu, karena KPK tahu...rilis daftar itu justru akan menaikkan nama PKS karena PKS memang paling sedikit kadernya tersangkut kasus korupsi.


Info Grafis Korupsi Partai 2014-2017 (sumber detik)


Tuduhan yang terakhir adalah menyangkut dukungan pada aksi terorisme dan radikalisme. Ocehan kelaparan FA menjadi awal dari kehebohan jagat maya, tuduhan mendukung terorisme dan radikalisme justru menjadi mentah ketika PKS justru mendukung revisi UU terorisme.

Mereka yang membenci PKS adalah mereka yang khawatir dengan PKS. Mereka yang marah pada PKS sebenarnya mereka yang takut dengan PKS.

Mereka takut jika PKS menjadi tumbuh besar. Mereka khawatir jika PKS menjadi partai idola umat

Ketika PKS tumbuh besar dan mendapatkan kepercayaan dari umat, maka pekerjaan mereka akan semakin berat. Pekerjaan menjadikan Indonesia menjadi negara yang melupakan nilai-nilai Islam. Pekerjaan yang menempatkan agama berada di tingkat paling bawah dalam hidup bermasyarakat.

Mereka punya misi, dan misi itu akan menjadi berat karena PKS masih berdiri dengan gagahnya. Maka itu tugas mereka adalah terus hinakan PKS, terus downgrade PKS, dan terus berbicara negatif tentang PKS agar masyarakat semakin tercuci otaknya bahwa PKS adalah partai yang menjual agama di balik baju putih kebesaran mereka.

Ada sebuah permainan yang mereka kerjakan dan PKS adalah lawan yang harus dihancurkan dari permainan itu. Dalam permainan itu, mereka dibantu oleh kekuatan media berita. Jangan heran apabila PKS menjadi bulan-bulanan media berita ketika mereka tersandung sebuah masalah.

Sama halnya dengan FPI yang selalu di beritakan buruk. Kebaikan FPI tidak pernah tersiarkan oleh media informasi, namun saat terkait kasus...#BOOOM, seluruh media bahkan media baru lahir saja bisa mengulasnya berulang-ulang. Tujuannya, agar berita keburukan itu terus tersebar dan dibaca dan didengar oleh masyarakat luas.

Syukurnya, PKS bukankah partai ayam sayur yang bisa dihantam dengan mudah. Kekuatan mereka terletak pada kesolidan kader dan simpatisan-nya. Saat PKS di hantam, saat itu juga para kader dan simpatisan bahu membahu memberikan pemahaman pada masyarakat bahwa tuduhan itu tidak benar. Melakukan kegiatan sosial dan juga kerohanian terus di lakukan para kader dan simpatisan sebagai jenjang menjalin komunikasi.

Komunikasi yang terjalin baik, sangat ampuh menangkal isu dan fitnah yang menghantam PKS. Justru PKS saat ini menjadikan segala fitnah pada mereka sebagai senjata untuk mereka arahkan kembali pada penyebarnya.

Semakin diserang, justru PKS mendapatkan banyak simpati. Semakin dikecam, justru PKS mendapatkan etalase gratis untuk memajang diri dengan melakukan klarifikasi.

Pendekatan yang dilakukan kader PKS pada umat adalah dengan senyuman, ajakan berbalas genggaman. Gak heran jika aksi yang dilakukan PKS banyak mendapatkan pujian dari masyarakat.

Seperti kata Lae- ku Azwar Siregar dahulu..Bila Ada Satu Alasan Membenci PKS, Maka Ada Seribu Alasan Mencintai PKS.

Salam PKS, Salam Cinta.




Setiawan Budi

Dari saya yang bukan kader PKS