Penjajahan di Indonesia Bukan Hanya Karena Rempah-rempah


Islamedia Masih ingat sejarah bagaimana kolonial datang ke Nusantara untuk mencari rempah-rempah dan berakhir menjajahnya? Sebenarnya, lebih dari itu, kaum kolonialis ini memiliki misi untuk menghapus jejak keislaman dan menyebarkan agamanya di bumi pertiwi.

Beggy Ardiansyah, pegiat Jejak Islam untuk Bangsa (JIB), menyampaikan hal tersebut ketika menjadi pembicara dalam kuliah “Nativisasi yang diselenggarakan oleh Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta Angkatan ke-7 di Aula INSISTS. Beliau menambahkan bahwa penjajah tidak hanya menjarah hasil bumi Nusantara, melainkan juga melakukan penjajahan karya sastra dan budaya melalui nativisasi.

Nativisasi adalah usaha untuk mengecilkan peran Islam dengan cara membangkitkan budaya zaman pra-Islam. Pada saat yang sama, Islam ditempatkan seolah-seolah sebagai barang asing bagi bangsa Indonesia,” ujar Beggy.

Alumni Institut Kesenian Jakarta (IKJ) ini juga menjelaskan bahwa banyak sekali contoh-contoh nativisasi yang terjadi di Indonesia, dan semua dibuat berdasarkan pemahaman mereka terhadap Indonesia. “Nativisasi di Jawa, misalnya. Penjajah kolonial memahami bahwa budaya Jawa yang asli adalah budaya pada jaman Hindu, masa sebelum pra-Islam. Mereka tidak mau mengakui bahwa budaya Jawa telah diasimilasi dengan agama Islam, sehingga mereka mem­-branding ulang budaya Jawa, sebatas pemahaman dan keinginan mereka,” ungkapnya.

Salah seorang peserta SPI Jakarta, Ufara Pranjia, mengaku terkesan dengan pembahasan nativisme ini.Pemaparan Bang Beggy tentang fakta-fakta nativisasi di Indonesia sangat menarik, yaitu tentang kaum kolonialis yang mendoktrin suku-suku di Nusantara untuk kepentingannya sendiri. Saya juga mendapat pengetahuan baru, bahwa ternyata Islam sebelumnya memang sudah sangat melekat dengan budaya Indonesia. Karena itulah penjajah mau bersusah payah membuat budaya baru demi menjauhkan nilai Islam di masyarakat, ujarnya.

Setelah mengikuti kuliah “Nativisasi”, Ufara mengaku jadi makin semangat untuk mempelajari sejarah keislaman di Nusantara sebelum era kolonial. Ia berharap fakta-fakta seperti ini bisa dimuat di dalam buku sejarah dan dipelajari oleh generasi muda, sehingga mereka paham betapa kuat dan gigihnya perjuangan Islam di Indonesia. [islamedia/balgis/abe]


Baca Ini Juga ...: