Pangeran Saudi Ngopi Bareng Tokoh Yahudi di Starbucks


muhammad bin salman
Islamedia Putra mahkota Kerajaan Arab Saudi Muhamad bin Salman (MBS) melaksanakan kunjungan ke Amerika Serikat. Dalam kunjungannya MBS melakukan pertemuan kontroversial dengan tokoh-tokoh organisasi Yahudi sayap kanan di Amerika Serikat (AS). 

Pertemuan yang paling menjadi pembicaraan publik adalah saat MBS bertemu dengan Michael Bloomberg, seorang Yahudi yang juga mantan walikota New York City (NYC) serta pendiri jaringan televisi Bloomberg. Pertemuan dilakukan di sebuah kedai Starbuck, nampak MBS memegang gelas kopi starbucks.

Pertemuan dengan tokoh ekstrem Yahudi ini memicu kritik banyak pihak, karena dianggap tidak etis. Organisas-organisasi tersebut tercatat sebagai donatur penyumbang jutaan Dollar AS untuk pembangunan permukiman ilegal Yahudi di Palestina.

Tokoh-tokoh yang ditemui Muhamad bin Salman diantaranya dari organisasi AIPAC, Stand Up for Israel (ADL) dan Federasi Yahudi Amerika Utara (JFNA). Organisasi ini selama ini sangat keras menentang kemerdekaan Palestina dan mendukung penuh berdirinya negara Israel.

Pertemuan ini menurut sejumlah analis menandai akan semakin mesranya hubungan kedua negara. Mahjoob Zweiri, direktur Program Studi Teluk di Universitas Qatar, mengatakan kunjungan Muhamad bin Salman ini untuk mengkampanyekan wajah baru Saudi yang fleksibel dan moderat". Untuk menyukseskan itu, pertemuan dengan tokoh-tokoh Yahudi menjadi penting.

"Ada keyakinan dari para pemimpin Arab bahwa untuk masuk ke gerbang AS, harus melalui para tokoh-tokoh sayap kanan Yahudi ini. Mereka terdiri atas pebisnis, AIPAC dan lainnya yang terkait langsung dengan Israel," ujar Zweiri, sebagaimana dilansir Al Jazeera, Kamis (29/3/2018).

Dalam kunjungan ini Muhamad bin Salman telah bertemu dengan Bill Clinton dan isterinya dan Hillary Clinton, Senator Chuck Schumer, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, mantan Menteri Luar Negeri Henry Kissinger. 

Selain itu Muhamad bin Salman direncanakan akan bertemu dengan pemilik media besar Rupert Murdoch, menteri luar negeri AS Mike Pompeo, Wakil Presiden Mike Pence, serta sejumlah pejabat lainnya.[islamedia].

Baca Ini Juga ...: