Kata Sejarawan Inggris: Ahok Seperti Diponegoro dan Gus Dur seperti Soekarno


Islamedia Sejarawan asal Trinity Collage Oxford University di Inggris, Peter Carey, menyebut bahwa Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro dan Presiden  Soekarno, merupakan sosok ratu adil pada masanya. Diponegoro dan Soekarno dinilai muncul saat rakyat berada dalam tekanan hidup dan memerlukan keadilan.

Menurut Peter, presiden RI ke-4 Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur merupakan salah satunya yang dikatakan merupakan ratu adil. Di balik kelemahannya secara fisik, Gus Dur memiliki dedikasi besar kepada keberagaman di negeri ini. Gus Dur menjadi sosok yang menjaga keberagaman dan semangat kebinekatunggalikaan.

Seperti yang diketahui, setelah Presiden Soeharto jatuh, kondisi negeri karut-marut dan melukai keadilan bagi kelompok minoritas. Gus Dur muncul dengan membuat banyak kebijakan yang menjadi landasan bagi kerukunan antarras. Saat itu, tekanan militer pada rakyat masih sangat kuat. Pasca-kerusuhan Mei 1998, Gus Dur mendorong banyak inisiatif, termasuk di antaranya mendorong etnis Tionghoa bisa memiliki hak yang sama dengan warga lain.

Setelah sekian lama berlalu dari masa Gus Dur, muncul lagi sosok Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menurut Peter, mantan Bupati Belitung itu memiliki karakter bicara spontan dan apa adanya seperti Diponegoro. Dengan gayanya, Peter menilai Ahok berjasa membuat perubahan bagi Kota Jakarta.

Peter menyatakan bahwa saat pemerintahan Ahok, pendapatan daerah yang melonjak berlipat. Menurut Peter, ini persoalan kemampuan administrasi sebagai bagian dari keahlian terpenting bagi seorang pemimpin yang membawa perubahan. Karena dinilai memiliki kemampuan administrasi yang mumpuni, Peter menyamakan Ahok dengan Diponegoro.

Jangan bertanya ke saya bagaimana 4-5 tahun Jakarta bisa 4-5 kali lebih kaya. Ini seperti Diponegoro yang jago administrasi, sangat tepat dan sangat ulung,” kata Peter dalam Seminar Nasional dengan tema “Diponegoro dalam Sejarah dan Memori di Institut Keguruan dan Ilmu Pemerintahan Persatuan Guru RI” di Wates, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, seperti dilansir kompas, Jumat (2/3/2018).

Peter mengatakan bahwa di era Joko Widodo menjadi presiden RI juga cukup banyak sosok pendobrak dalam situasi sulit. Peter pun memberikan salah satu contoh, yaitu Ignasius Jonan saat menjadi Menteri Perhubungan. Peter mengenal perkembangan angkutan kereta api di negeri ini. Pada masa lalu, naik kereta seperti sebuah siksaan karena padat, penuh dengan orang berdagang, mengamen, dan sangat kotor.

“Sebagai seorang antropolog dan sosiolog (seperti Peter) mungkin menarik untuk satu dua kali naik dengan semua orang itu,” kata Peter.

Perubahan besar dilakukan Jonan saat itu. Jonan membawa segerbong tenaga profesional dengan wawasan perubahan mengganti jajaran lama dengan tenaga profesional baru. Hasilnya?

“Tiap hari, kita ke Depok untuk mengajar setiap pukul 09.30. Saya bisa menepati janji. Itu dampak yang sangat terasa. Jonan membuatnya 3-4 tahun saja,” kata Peter.

Peter mengatakan bahwa tokoh-tokoh tersebut merupakan beberapa contoh dari banyak tokoh di negeri ini yang juga memiliki aksi seperti Diponegoro dan Soekarno masa kini. Mereka mengupas ketidakadilan dan kesemerawutan dari hulu sampai hilir.

Menurut Peter, negara ini selalu memiliki harapan di masa depan dengan orang-orang pendobrak seperti mereka. Tokoh yang bisa berbuat dengan cara tegas tapi tidak brutal. [islamedia].

Baca Ini Juga ...: