Atas Usul Partai Komunis, Jabatan Presiden Cina Jadi Seumur Hidup


Islamedia Parlemen Cina yang didominasi oleh Partai Komunis akhirnya menyetujui pencabutan pasal di konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hanya dua kali periode dalam 10 tahun.

Perubahan ini disahkan dalam Kongres Rakyat Nasional yang merupakan parlemen Cina pada hari Ahad (11/03/2018).

Sebanyak 2964 anggota parlemen menyetujui, sementara hanya 2 anggota Parlemen yang menentang perubahan itu, sedangkan hanya 3 anggota abstain.

Dengan keluarnya keputusan pencabutan pasal batasan waktu jabatan presiden ini, maka Presiden Xi Jinping akan tetap bisa menjabat setelah jabatan keduanya berakhir pada 2023 mendatang.

Sejak tahun 1990am, Konsitusi Cina membatasi 2 masa jabatan bagi presiden yang berkuasa. Pembatasan masa jabatan selama 10 tahun ini ditetapkan oleh Deng Xiaoping untuk menghindari terulangnya kembali kekacauan dalam era Mao, yang memerintah lebih dari 30 tahun.

2 Presiden sebelum Xi Jinping mengikuti pola suksesi yang teratur, namun Xi, sejak berkuasa, sudah memperlihatkan bahwa dia ingin memiliki peraturan sendiri.

Penghapusan pasal pembatasan masa jabatan presiden itu diusulkan oleh Partai Komunis Cina yang berkuasa penuh di negara itu.

Kongres Rakyat Nasional yang merupakan parlemen Cina biasanya lebih merupakan pengesahan atas usulan-usulan yang sudah lebih dulu disiapkan partai

Lahir pada tahun 1953, Xi merupakan putra dari salah seorang pendiri Partai Komunis. Dia bergabung dengan partai pada tahun 1974 dan menapak karier hingga menjadi presiden pada tahun 2013.[islamedia].

Baca Ini Juga ...: