Ray Rangkuti : 4 Kali Kalah di Sengketa Pemilu, Kinerja KPU Dipertanyakan


Islamedia Sudah sebanyak 4 kali Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengalami kekalahan dalam sidang sengketa Pemilu, yang terbaru adalah sidang sengketa pemilihan umum melawan Partai Bulan Bintang (PBB) pada Ahad (4/3) malam. 

Menyikapi apa yang dialami KPU tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti mempertanyakan terkait kinerja KPU.

"Kita tentu terkejut sekaligus bertanya-tanya. Apakah ada masalah dalam kinerja KPU sehingga kalah beruntun dalam sengketa di Bawaslu," ujar Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti seperti dilansir republika, Senin (5/3/2018).

Situasi ini menurut Ray tidak bisa dianggap sebagai perkara yang sederhana. Sebab, kekalahan KPU kali keempat ini di sengketa pemilu akan menurunkan kepercayaan publik atas kinerjanya selama ini. 

Ray mengatakan bahwa kekalahan demi kekalahan KPU tentu saja akan dapat berakibat pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan mereka dalam menyelenggarakan hajatan pemilu dan pilkada. Apalagi, pertengahan tahun ini akan ada hajatan pencoblosan dalam pilkada serentak di 171 daerah. Bersamaan dengan itu, tahapan pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 akan dilaksanakan. 

"Sulit membayangkan kesuksesan pemilu dan pilkada dengan kemampuan KPU yang terus-menerus kalah dalam sengketa. Jika tak ada perubahan signifikan atas kinerja KPU, khawatir hasil pemilu atau pilkada akan rawan dan mudah mendapat gugatan" papar Ray.

Ia khawatir ketidakprofesionalan KPU ini akhirnya berujung meladeni berbagai gugatan sengketa baik di Bawaslu, MK atau PTUN. Karena itu, dia mendorong KPU meningkatkan kemampuan pengelolaan dan penyelenggaraan pemilu atau pilkada.

"Ujung dari semua hal ini akan dapat menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada profesionalisme, netralitas, dan kemandirian KPU," imbuh dia.

Kekalahan empat kali dalam sengketa di Bawaslu lebih dari cukup untuk sinyal perlunya perbaikan internal dan rekrutmen anggota KPU. Karena itu, Ray juga meminta ajang rekrutmen anggota KPU yang saat ini sedang berlangsung harus dipantau. KPU harus melaksanakan momen ini untuk mendapatkan anggota dengan tingkat kemampuan penyelenggaraan yang baik. 

Seperti diketahui Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) akhirnya mengabulkan gugatan Partai Bulan Bintang (PBB) terhadap Komisi Pemilihan Umum(KPU) terkait sengketa proses Pemilu 2019. (baca : Keputusan KPU Dibatalkan, Partai Bulan Bintang Akhirnya Ikut Pemilu 2019). [islamedia].


Baca Ini Juga ...: