UBN : Jika Prilaku LGBT Tak Diatur KUHP, Jutaan Umat Islam Akan Ke Jakarta Seperti Aksi 212


Islamedia Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Ustadz Bachtiar Nasir mengungkapkan bahwa proses pengaturan pidana terhadap perilaku LGBT yang sedang dalam tahap finalisasi di DPR RI.

Ustadz Bachtiar mengatakan bahwa sudah 10 tahun terakhir bersama umat turut serius mengawal dampak buruk akibat perilaku LGBT, terutama pada tayangan televisi yang kerap menampilkan sosok kebanci-bancian.

Kalau perlu kita panggil umat Muslim di Indonesia sekali lagi (seperti Aksi 212 di Monas) untuk kasus LGBT,” ujar Ustadz Bachtiar dalam seminar bertema ‘Zina dan LGBT dalam Tinjauan Konstitusi’ di Gedung Nusantara V MPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dilansir hidayatullah, Selasa (06/02/2018).

Ustadz Bachtiar juga mengingatkan kepada anggota dewan yang sudah menerima uang bantuan dari lembaga asing untuk memuluskan pelegalan LGBT dalam KUHP agar merasa malu dan mengembalikannya lagi.

(baca juga : Prof Mahfudz MD : Ada Dana 180 Juta US Dollar dari Asing untuk Menggoalkan LGBT dan Zina Boleh di Indonesia).

Jangan sampai bangsa kita masuk pada gaya mereka, kita akan dibikin pusing bicara dengan orang yang tidak paham dengan etika, akhlak, pengetahuan,” tegas Ustadz Bachtiar.

Lebih lanjut Ustadz Bachtiar menegaskan, bahwa upaya tersebut dalam rangka menyelamatkan anak-anak generasi penerus dan bangsa Indonesia dari dari kehancuran. “Insya Allah anak-anak dan Indonesia masih bisa kita selamatkan,” papar Ustadz Bachtiar.

Seperti diketahui bahwa anggota DPR, khususnya dari Komisi III sedang membahas Revisi Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), utamanya menyangkut pasal perzinaan dan LGBT.[islamedia].