Pendeta Saifuddin Diancam 6 Tahun Penjara



Islamedia Terdakwa Abraham Ben Moses alias Saifuddin Ibrahim atas kasus penyebaran ujaran kebencian berbau suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) melanjutkan proses persidangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Tangerang, Senin, 26 Februari 2018.

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Muhamad Damis. Agenda hari ini semestinya eksepsi atau jawaban atas dakwaan jaksa penuntut umum Kejaksaan Agung yang telah dibacakan pekan lalu.

Namun karena terdakwa Abraham Ben Moses baru hari ini didampingi penasihat hukum, maka terdakwa meminta agar sidang masuk materi perkara. "Bagaimana Jaksa Penuntut Umum, apakah sudah disiapkan saksinya?," kata Damis kepada JPU pengganti, Agus Kurniawan dan Erlangga, dari Kejaksaan Negeri Kota Tangerang.

Agus mengatakan, hari ini pihaknya belum menyiapkan saksi dan meminta waktu menghadirkan saksi pada persidangan ujaran kebencian berikutnya. Karena belum ada saksi, maka sidang pun ditunda hingga pekan depan, 5 Maret 2018.

Jaksa Penuntut Umum mendakwa terdakwa dengan Pasal 28 ayat (2) UU ITE. Di dalam pasal itu disebutkan setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.

Pada pasal itu diatur pula ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 1 miliar. "Sesuai pasalnya ancaman hukumannya enam tahun penjara," kata Agus seperti dilansir tempo, senin(26/2/2018).

Seperti diketahui Melalui akun Facebooknya, Abraham Ben Moses menampilkan video perbincangannya dengan seorang sopir taksi online. Setelah menanyakan agama sopir, Abraham mengutip salah satu ayat tentang pernikahan dalam agama sang sopir. Abraham kemudian melecehkan Nabi Muhammad, dan menghasut sang sopir agar mau masuk ke dalam agamanya.

(baca : Hina Ajaran Islam dan Lecehkan Nabi Muhammad, Pendeta Saifuddin Akhirnya Diringkus Polisi).

Atas perbuatannya, Abraham ditangkap penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber Badan Reserse Kriminal Polri di rumahnya, Buaran Indah, Kota Tangerang, pada 5 Desember 2017. Polisi menyita barang bukti diantaranya 1 buah Iphone 6 Plus warna putih.[islamedia].