Gubernur Jateng Ganjar Pranowo Dalam Pusaran Korupsi E-KTP



Islamedia Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali hadir menjadi saksi dalam kasus korupsi KTP Elektronik di PN Tipikor, Jakarta, Kamis (8/2). Ganjar menjadi saksi untuk terdakwa Setya Novanto dan dimintai kesaksiannya sebagai wakil ketua Komisi II DPR periode 2009-2014.

Nama politikus PDIP itu seringkali disebut-sebut ikut menerima aliran dana. Dalam persidangan yang berlangsung kemarin, terdakwa Setya Novanto (Setnov) kukuh pada pernyataannya bahwa Ganjar menerima dana KTP-el, kendati Ganjar juga tegas menolak tudingan itu. Keduanya pun saling berbantahan.

Seperti dilansir republika jum'at(9/2/2018), Setnov menerangkan alur cerita yang mengindikasikan Ganjar menerima jatah uang dari proyek pengadaan KTP-el. Ada tiga hal yang mendasari mantan ketua DPR itu meyakini Ganjar ikut menerima.

Pertama, Setnov mengatakan almarhumah Mustokoweni dan almarhum Ignatius Mulyono, yang saat itu duduk di komisi II DPR, menyampaikan kepadanya, uang dari Andi Narogong telah dibagi-bagikan kepada anggota DPR yang duduk di Komisi II dan Badan Anggaran (Banggar) DPR. "Dan itu disebut namanya Pak Ganjar," kata Novanto menanggapi kesaksian Ganjar selama persidangan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (8/2).

Kedua, Seetnov mengatakan, Miryam S Haryani, anggota komisi II Fraksi Partai Hanura periode 2009-2014, juga menyampaikan kepada dirinya bahwa telah memberikan uang KTP-el kepada Ganjar. "Kedua, Ibu Miryam juga mengatakan hal yang sama," ujar Novanto

Ketiga, yaitu ketika Andi Narogong datang ke rumah Setnov. Saat itu Andi memberi tahu bahwa telah memberi uang kepada anggota DPR di Komisi II dan Banggar. Dana yang diberikan kepada Ganjar, yaitu sekitar 500 ribu dolar AS. "Waktu Andi ke rumah saya itu, menyampaikan telah memberikan uang untuk teman-teman di Komisi II, dan Banggar, dan untuk Ganjar sekitar bulan September, dengan jumlah 500 dolar AS. Itu disampaikan kepada saya," Jelas Novanto

Dalam kondisi demikian, Novanto mengaku, menemui Ganjar untuk menanyakan langsung soal apakah uang itu telah diterima. "Untuk itu saya ketemu, penasaran saya, menanyakan apakah sudah selesai dari teman-teman. Pak Ganjar waktu jawab, 'ya itu semua urusannya yang tahu Pak Chaeruman'," beber Novanto. [islamedia].