Turki Siap Serang Pasukan Amerika Jika Terus Dukung Pemberontak Kurdi YPG




Islamedia Deputi Perdana Menteri Turki, Bekir Bozdag, memperingatkan Amerika Serikat untuk berhenti mendukung pemberontak Kurdi YPG atau akan menghadapi risiko konfrontasi dengan Turki.

Pernyataan tegas ini disampaikan menyusul ketegangan antara Pemerintah Turki dan Amerika setelah sepekan invasi Turki ke distrik Afrin di Suriah. Operasi militer di wilayah yang dikuasai Kurdi YPG yang didukung oleh Amerika.

Bozdag memperingatkan Amerika untuk meninjau ulang keberadaan pasukan mereka, termasuk elemen-elemen lain yang memberikan dukungan terhadap “teroris” di lapangan. 

Pasukan Amerika yang masih memberikan dukungan kepada Kurdi YPG, yaitu kelompok yang dianggap teroris oleh Turki, akan menjadi target serangan,” kata Bozdag seperti dilansir kiblat, ahad(28/1/2018).

Amerika diyakini tidak memiliki pasukan dalam jumlah besar di dalam area distrik Afrin yang saat ini. 

Presiden Erdogan sebelumnya bahwa Turki akan menyerang Manbij sebagai target berikutnya setelah Afrin membuat potensi konfrontasi AS-Turki menemukan korelasinya. Di Manbij inilah pasukan darat Amerika juga bercokol dan ditempatkan dalam jumlah besar.

Sebelumnya, AS berspekulasi bahwa dengan menempatkan pasukannya di Manbij, Turki tidak akan melakukan invasi ke area tersebut (Manbij) karena berisiko akan head-to-head dengan sesama negara anggota NATO. 

Yang menarik, para elit Turki saat ini mencoba meladeni gertakan Amerika itu dengan cara yang sama. Ankara pun berspekulasi bahwa Amerika akan menarik dukungan terhadap Kurdi daripada menghadapi resiko serangan Turki. [islamedia].