Dipanggil Polisi, Ketua PP Muhammadiyah Banjir Dukungan dari Daerah



Islamedia Pemanggilan Polda Metro Jaya terhadap Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menuai reaksi dari pengurus Pemuda Muhammadiyah di daerah, salah satunya di Sumatra Barat. 

Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbar, Muhayatul, menegaskan dukungannya terhadap Dahnil yang menilai polisi lambat dalam mengusut kasus penyiraman air keras kepada Novel Baswedan.

"Kami di Sumbar siap berikan dukungan dalam bentuk apapun, kita prihatin dengan respon kepolisian ini," ujar Muhayatul saat melantik Pengurus Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kota Padang Periode 2014-2018 di Palanta Walikota Padang, seperti dilansir republika, Sabtu (20/1/2018).

Muhayatul menilai bahwa langkah PP Muhammadiyah dalam merespons kasus Novel Baswedan sudah sangat tepat. Pemuda, lanjutnya, memang harus kritis dan aktif untuk memajukan bangsa. Menurutnya, sikap kritis yang diberikan PP Muhammdiyah terhadap kebijakan pemerintah harus menjadi contoh bagi pengurus Pemuda Muhammadiyah di daerah.

Dukungan yang sama diberikan Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Padang yang baru dilantik, Kardinal. Menurutnya secara organisasi PDPM Kota Padang secara moral jelas mendukung PP Pemuda Muhammadiyah dalam menghadapi masalah dengan pihak kepolisian terkait komentarnya soal kasus Novel Baswedan.

"Kami dari Kota Padang satu suara dengan PWPM Sumbar, ini adalah maruah organisasi," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak dipanggil Direskrimum Polda Metro Jaya. Pemanggilan ini sehubungan dengan pernyataannya dalam salah satu program di televisi swasta terkait Novel Baswedan.(baca: Ungkap Pelaku Kasus Novel di Acara Metro TV, Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Dipanggil Polisi). [islamedia].