100 Hari Pimpin Jakarta, Inilah Program Pro Rakyat Anies Sandi yang Luar Biasa



Islamedia Pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno telah 100 hari memimpin DKI Jakarta, beragam program pro rakyat telah dilaksanakan dengan sangat memuaskan publik dan gebrakan kepemimpinan yang luar biasa.


Berikut ini sejumlah prestasi Anies Sandi selama 100 hari memimpin Jakarta seperti dikutip dari kumparan, rabu(24/1/2018).


1. Tutup Alexis

Related image
Anies-Sandi membuat gebrakan dengan menurup Alexis saat baru 2 pekan memimpin Jakarta. Pihak Pemprov DKI Jakarta tidak memperpanjang izin hotel dan griya pijat Alexis. 

Ditutupnya tempat hiburan tersebut, ditandai dengan keluarnya surat dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSPP) yang menyebut, izin operasi Alexis berakhir pada 29 Agustus 2017.

Secara tegas Anies menyatakan bahwa alasan Alexis ditutup dikarenakan masuk dalam kategori tempat hiburan itu melanggar banyak aturan.

"Jadi kita tidak meneruskan izinnya, karena kita menemukan banyak masalah di situ. Ada laporan-laporan, karena itu kita mengambil sebuah kebijaksanaan untuk tidak mengizinkan praktik hotel dan panti pijat," tegas Anies, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (1/11/2017).

Meskipun banyak menyumbang pendapatan DKI melalui pajak hiburannya, Anies tetap berkeras untuk menutup Alexis



2. Cabut Raperda Reklamasi
Related image

Kebijakan ini terkait janji besar Anies-Sandi yang ingin menghentikan reklamasi, yang bahkan sudah mengantongi 'lampu hijau' di tingkat kementerian dan bangunan di pulau-pulau buatan itu juga sudah mulai terbangun. Tapi reklamasi yang tak berpihak pada rakyat kecil harus dihentikan, janji Anies.


Dua Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yaitu Raperda Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKS) dan Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) yang sudah diterima oleh DPRD, ditarik kembali oleh Anies. Dua Raperda itu sebelumnya disusun oleh gubernur sebelumnya, Djarot Saiful Hidayat.

Anies mengatakan, dua Raperda yang menjadi payung hukum lanjutan untuk dimulainya kehidupan di pulau reklamasi tersebut perlu dikaji kembali. "Jadi kita akan menata kawasan utara Jakarta dan kemudian proses penataannya itu mengharuskan kita untuk membuat sebuah asessment atas kebutuhan dasar hari ini dan masa depan," kata Anies di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (7/12).

Kita ingin kawasan utara Jakarta jadi wilayah pantai yang bisa dirasakan oleh warga.

Bagi Anies, reklamasi adalah soal keberpihakan pemerintah pada warga secara keseluruhan, bukan hanya kalangan elite yang bisa menikmati reklamasi. Anies ingin warga Jakarta yang tinggal di pesisir benar-benar merasa tinggal di tepi pantai. 

Oleh karena itu, setelah dua raperda reklamasi itu dicabut, Anies membentuk tim khusus untuk mengkaji Raperda baru yang memperhatikan faktor sosilogis, ekonomis, geografis dan faktor strategis global. Sehingga, menurut dia, pantai-pantai di Jakarta memiliki nilai strategis secara nasional, bukan sekadar sebagai pantai biasa.


3. OK OCE

Image result for ok oce

OK OCE alias One Kecamatan One Center Enterpreneurship merupakan program unggulan Anies-Sandi sejak masa kampanye. Program ini berupa pelatihan kewirausahaan bagi warga DKI untuk mewujudkan pengusaha-pengusaha baru di tiap kecamatan.

Meski progam ini belum diresmikan, dalam APBD DKI 2018, OK OCE sudah mengantongi anggaran sebesar Rp 92 miliar. Sandi berharap, OK OCE menjadi program yang membuka 200 ribu lapangan kerja di Jakarta hingga lima tahun mendatang.

"Dan membantu mendorong lebih dari 4 ribu per bulan jumlah pengusaha baru, serta 40 ribu lapangan kerja baru per tahun. Sehingga (menghasilkan) total 200 ribu entrepreneur baru selama lima tahun ke depan," ucap Sandi, di Jakarta Creative Hub, Jakarta Pusat, Sabtu (25/11/17).

Meski program belum diluncurkan resmi, namun kehadiran produk OK OCE terus bergulir. Dalam catatan kumparan, sejak terpilih menjadi wakil gubernur, Sandi telah meresmikan setidaknya empat gerai OK OCE. Yaitu dari OK OCE Mart Muara Angke, Bank Sampah OK OCE, OK OCE Clothing Production, dan OK OCE Sabana Fried Chicken di Tanah Abang.



4. OK Otrip

Related image

OK Otrip merupakan program transportasi Anies-Sandi yang mengintegrasikan berbagai moda transportasi di Jakarta dalam satu kartu dan sekali bayar. Program ini diluncurkan Kamis (14/12/17) di Balai Kota.

Penumpang hanya menggunakan kartu OK Otrip yang digunakan selama melakukan perjalanan. Dengan kartu ini, warga hanya perlu membayar sebesar Rp 5 ribu selama maksimal tiga jam perjalanan, yaitu mulai dari tap in hingga tap out. Kartu ini dapat dibeli di halte TransJakarta.

Namun selama masa uji coba, biaya OK Otrip hanya dikenakan sebesar Rp 3.500 dalam 3 bulan ke depan. Sementara, rute yang akan diuji coba adalah Warakas, Jelambar, Duren Sawit, dan Lebak Bulus. Mesin OK Otrip ini nantinya tak hanya dipasang di bus TransJakarta, namun juga angkot yang beroperasi di 4 wilayah tersebut.


5. Penataan PKL Tanah Abang

Related image

Pada Jumat (22/12/17) dimulailah konsep penataan kawasan tanah abang dengan memberikan ruang bagi 400 PKL yang biasa berjualan di trotoar, untuk berjualan di salah satu ruas Jalan Jati Baru Raya yang ditutup mulai pukul 08.00-18.00 WIB. 

Sementara ruas Jalan Jati Baru Raya sebelah kanan digunakan untuk bus Tanah Abang Explorer yang memiliki rute berkeliling Pasar Tanah Abang, untuk mengantarkan penumpang secara gratis. 

Kebijakan penataan kawasan Tanah Abang ini menuai pujian masyarakat Jakarta karena berhasil merapikan tanpa perlu adanya penggusuran dan lebih humanis.

6. KJP Plus

Related image
Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus merupakan program untuk pendidikan di Jakarta. Program ini sebetulnya hanya kelanjutan dari program Pemprov DKI sebelumnya, hanya saja peruntukannya lebih luas.

Selain untuk anak sekolah, KJP Plus juga diperuntukan bagi anak-anak usia sekolah di luar sekolah, pelatihan kerja, dan kejar paket. Tak hanya itu, para pengguna KJP Plus juga diberikan fasilitas khusus seperti masuk Ancol gratis. Kebijakan ini, diterapkan Anies-Sandi mulai 1 Desember 2017 lalu.

Beberapa fasilitas seperti Bus Wara Wiri, Kereta Wisata Sato-sato, Pantai Ancol, Pasir Putih, Taman Fitness dan Ruang Terbuka Hijau dapat dinikmati secara gratis oleh pemegang KJP Plus pada hari Sabtu, Minggu maupun hari liburan sekolah.

Program yang menyasar anak-anak usia sekolah di Jakarta ini sudah dianggarkan dalam APBD DKI 2018 sebesar Rp 4 triliun.

7. Rumah DP Nol Rupiah
Related image
Pembangunan Rumah DP Nol Rupiah mulai dilaksanakan pada Kamis (18/1/2018) di Klapa Village, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Pendaftaran untuk pembelian rumah ini dimulai pada April 2018.

Untuk bisa mendapatkan hunian murah itu, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, di antaranya warga ber-KTP DKI Jakarta, berpenghasilan di bawah Rp 7 juta, sudah menikah, dan belum memiliki rumah atau tempat tinggal.

Sejak hari pertama groundbreaking, warga DKI Jakarta antusias untuk mendaftar. Setiap harinya, warga silih berganti berdatangan ke Pondok Kelapa tersebut. 
Untuk fase pertama, Pemprov DKI akan membangun satu tower yang terdiri dari 20 lantai dan berisi 703 unit, 513 unit dengan tipe 36 dan 190 unit dengan tipe 21. Untuk tipe 36, Pemprov DKI akan mematok harga Rp 320 juta per unit. Sementara tipe 21, diberi harga Rp 185 juta.[islamedia]. 

Baca Ini Juga ...: