Inilah Kronologis Pengungkapan Siapa Pelaku Pemakai Kaos Palu Arit di Lampung


IslamediaKronologis pengungkapan siapa pengguna atribut PKI itu berawal sekitar pukul 18.00 WIB, saat anggota Unit intelejen TNI Kodim 0411/LT atas Nama Serma Tomi mendapatkan video kiriman dari masyarakat yang viral di media sosial Facebook. Video tersebut menggambarkan tentang seorang pemuda mengenakan kaos bergambar Palu Arit.

Kejadian saat video diambil adalah diperkirakan terjadi pada hari Kamis (23/11/2017) sekitar Pukul 17.00 WIB, tepat di Warung Kedai Dugan Samping rumah makan Pecel Lele bu Gendut jalan Ki Hajar Dewantara, Kelurahan Iringmulyo, Kecamatan Metro Timur.

Satu jam kemudian pukul 19.00 WIB unit intel Kodim 0411/LT melaksanakan penyelidikan kepada kedua pelaku yang ada di video tersebut dan di ketahui salah seorang wanita yang tidak memakai baju palu Arit berinisial PUN dan Bekerja di Graha Spesialis Metro.

Dalam waktu singkat setelah adakan Penjejakan oleh Unit Intel Kodim bersama Babinsa ke jalan Cengkeh Baru RT.14 RW.03 kel.Hadimulyo barat kec.Metro Pusat, di kediaman PUN di temukan pria berinisial AFP yang merupakan pengguna baju bergambar Palu Arit.

Berdasarkan pengakuan dari AFP baju tersebut dipinjamkan dari teman wanitanya berinisial RMR lantaran pelaku yang berasal dari Bandar Lampung tersebut tidak membawa baju ganti.

“Pakai baju itu sore sekitar jam setengah 4, pas mau jemput PUN. Pas itu PUN minta anterin beli es dugan di simpang kampus, tiba-tiba kami di tegur dan di marahi oleh Seseorang yang ngomong PKI- PKI. Ya sontak saya bilang kamu enggak punya hak dan saya akan Laporkan,” ucap AFP saat di interogasi petugas di kediaman PUN seperti dilansir lampuijo.com, kamis(24/11/2017) .

Sementara itu, dari pengakuan RMR, dirinya mendapatkan baju tersebut dari mertua laki-lakinya berinisial S. Sementara S mendapatkan baju tersebut dari kiriman anaknya berinisial W yang berkerja sebagai TKW di Negara Singapura.

Saya hanya meminjamkan baju pada AFP karena AFP tidak ada baju ganti, dan Saya mendapatkan Baju itu dari Kiriman mertua saya. Mertua saya juga dapat kiriman dari anaknya yang kerja di singapura,” kata dia.

Guna penyelidikan lebih lanjut, sekira pukul 22.30 WIB, AFP, RMR, dan PUN di bawa ke Mapolres Metro.  

Sementara terpiah saat dikonfirmasi awak media,  Wakapolres Metro Kompol Reza mengatakan bahwa AFP sudah dilakukan pemeriksaan beserta rekannnya, dan dilepaskan hanya diberikan pembinaan.

Kaos yang dikenakan AFP diproduksi Negara Vietnam yang dikirim dari Negara Singapura. Dimana setelah ditelusuri, ternyata kaos tersebut di kirim dari sepupu RMR dan PUNJ dari Singapura berinisial W yang bekerja sebagai TKW di Singapura. Setelah  kita komunikasi dengan saudari W disana, ia memperoleh kaos dari saang majikan. Jadi kaos bekas tersebut di kirim ke Indonesia melalui jasa pengiriman barang Pos Indonesia,” ungkapnya diruang kerja, Jumat (24/11/2017).

Lebih lanjut, kata Reza pengiriman kaos tersebut sejak 2015 silam, sebanyak 14 potong pakaian. Salah satunya kaos warna merah berlogo paku arit. 

Jadi tidak ada unsur kesengajaan baik yang memakai kaos dan pengirim ke Indonesia. Penyidik juga sudah memanggil saudara Wahid perekam video pertama, dan di viralkan oleh Ikhsan ke media sosial. Keduanya itu ingin memberitahukan Kota Metro ada orang memakai kaos berlambang PKI, dan itu intinya bagus memberitahukan  agar kita semua dan aparat segera bertindak,”ujarnya. 

[islamedia]