Bila Nama Kita Ingin Disebut Oleh Allah




Islamedia - Anas bin Malik meriwayatkan: suatu kali Rasulullah berkata kepada Ubay bin Ka’ab: “Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membacakan al Qur’an kepada engkau”. Lalu Ubay bertanya: “Apakah Allah menyebutkan namaku kepada engkau wahai Rasulullah?”. Rasulullah menjawab: “Iya”. Ubay bertanya lagi: “Sungguh namaku disebut di hadapan Tuhan sekalian alam?” Rasulullah menjawab lagi: “Iya”. Kemudian air mata Ubay jatuh berlinangan.

Qatadah berkata: “Aku dapat berita bahwa yang disuruh untuk bacakan kepada Ubay adalah “{لَمْ يَكُنِ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الكِتَابِ} “ (al-Bayyinah: 1) (HR. Bukhari Muslim).

Tidak bisa dibayangkan betapa bahagia dan bangganya Ubay bin Ka’ab mendapat kabar bahwa namanya disebut langsung oleh Allah.

Bagi kita yang juga ingin diingat oleh Allah begini caranya:

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku”. (Al Baqarah: 152)

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ – رضى الله عنه – قَالَ قَالَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى ، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِى ، فَإِنْ ذَكَرَنِى فِى نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ فِى نَفْسِى ، وَإِنْ ذَكَرَنِى فِى مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِى مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا ، وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا ، وَإِنْ أَتَانِى يَمْشِى أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً »

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku sesuai persangkaan hamba-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku saat bersendirian, Aku akan mengingatnya dalam diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di suatu kumpulan, Aku akan mengingatnya di kumpulan yang lebih baik daripada pada itu (kumpulan malaikat). Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku dengan berjalan (biasa), maka Aku mendatanginya dengan berjalan cepat.” (HR. Bukhari Muslim ). [islamedia/abe]

Sumber : zulfiakmal