Hanya Karena Ajarkan Islam, Pemerintah Cina Tahan Seorang Muslim


Islamedia Seorang Muslim Cina dijatuhi hukuman dua tahun penjara setelah membentuk kelompok diskusi online untuk mengajarkan tentang Islam.

Menurut situs resmi China Judgments Online, pemuda Muslim bernama Huang Shike tersebut ditahan pada tahun 2016 di Daerah Otonomi Uighur Xinjiang, tiga bulan setelah dia membentuk sebuah kelompok diskusi tentang ibadah Muslim di aplikasi pesan WeChat. Ia juga mengajarkan tentang Quran dalam kelompok diskusi WeChat lainnya. Lebih dari 100 orang adalah anggota masing-masing kelompok, kata situs tersebut.

Dilansir Daily Sabah, kelompok diskusi itu dinilai "mengganggu aktivitas keagamaan normal" dan melanggar undang-undang tentang penggunaan internet untuk membahas agama, kata situs itu.

Otoritas China secara dramatis meningkatkan pengawasan dan patroli polisi di Xinjiang, karena takut dengan penyebaran "ekstremisme" yang mereka yakini telah menyusupi wilayah ini dari Asia Tengah.

Huang adalah anggota minoritas Hui. Ada lebih dari 20 juta Muslim di China, terutama di kalangan Uighur, Hui dan etnis minoritas lainnya. 10,6 juta Cina keturunan Hui dari pemukim Muslim dan orang Cina yang masuk Islam - telah lama mengalami hubungan yang tegang dengan Han, yang merupakan lebih dari 90 persen dari 1,37 miliar populasi China.

Pejabat China telah mendesak pemerintah daerah untuk lebih mengasimilasikan minoritas Muslim ke dalam budaya Han China, karena banyak garis keras kebijakan etnis telah mengecam kecenderungan terhadap apa yang mereka sebut "Arabisasi" di kalangan Muslim China. [islamedia/abe]