Kunjungan Erdogan ke Yordania Membuat Israel Gelisah


Islamedia -  Kunjungan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ke Yordania baru-baru ini, rupanya mendapat perhatian khusus dari otoritas zionis Israel. Sebuah laporan pers menyebutkan, Israel merasa gelisah akibat kunjungan yang dilakukan pada Selasa (22/08) tersebut.

Dilansir dari Aljazeera.net pada Rabu (23/08/2017), seorang pengamat Israel menyebutkan ada alasan kuat bagi Tel Aviv untuk gelisah. Menurutnya, Erdogan merupakan salah satu orang yang sangat tidak diinginkan berada di Amman, ibu kota Yordania. Hal itu disebabkan oleh upaya Presiden Turki itu dalam membangun kedekatan dengan Iran.

Selain itu, kedatangan Erdogan juga membawa pesan persatuan untuk negara-negara Arab-Islam agar menjaga Al-Quds sebagai ‘Kota Suci bagi Umat Islam’. Itulah yang dipandang penulis artikel sebagai suatu yang tidak baik bagi Israel. Ketegangan yang terjadi antara pemerintah Yordania dengan Israel akan membantu kedekatan Yordania – Turki. Begitu pula hubungan positif antara Turki dan Iran yang dibangun baru-baru ini.

Dalam artikel itu, penulis menyebutkan bahwa pembahasan Erdogan dan Raja Yordania, Abdullah II, berkutat pada krisis di Timur Tengah, termasuk Suriah.

Ia menambahkan, permasalahan Al-Quds tentu saja akan mendapat porsi perhatian besar di antara kedua pemimpin itu. Kunjungan Erdogan menegaskan kedekatan Turki dan Yordania. Sebuah fakta yang menjadi permasalahan hakiki bagi Israel.

Sebelum bertolak ke Amman, Erdogan menyeru kepada negara-negara Arab dan Islam untuk bekerja membangun persatuan guna melindungi Al-Quds. Selain itu, ia juga terus melontarkan pernyataan permusuhan kepada Israel atas kebijakannya di Kota Suci Al-Quds.

Terkait kunjungan Erdogan itu, pengamat Israel menyebutkan adanya signifikansi regional yang jelas. Kunjungan itu juga yang pertama kalinya sejak Erdogan menjadi Presiden Turki. sumber : dakwatuna

[islamedia]