Soal Kebiadaban Israel di Masjid Al Aqsa, Seharusnya Jokowi Meniru Presiden Soeharto

Islamedia Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Karman BM mengungkapkan seharusnya para pemimpin negara, khususnya negara muslim turun tangan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi di kompleks Masjid Al-Aqsa Palestina.

Pemerintah Indonesia sendiri melalui Kementerian Luar Negeri sudah menyampaikan protes dan kecaman keras kepada pemerintah Israel. Namun, aksi itu dinilainya masih belum cukup. 

Secara khusus Karman menyarankan agar Presiden Joko Widodo meniru apa yang dilakukan oleh Presiden Soeharto berupa aksi nyata saat menyelesaikan konflik di negara balkan dengan melewati Sniper Valley yang jadi salah satu medan tempur Bosnia vs Serbia itu.

Saat itu, Soeharto tidak memakai helm baja sebagai penutup kepala. Tidak juga jas atau rompi anti peluru. Berpakaian seperti biasa sehari sehari di tanah air.

Dan ketika ditanya oleh Pak Syafri Samsoedin kenapa nekat ke tengah daerah konflik itu? Pak Soeharto menjawab ‘kita tidak punya uang dan harta untuk membantu Bosnia’,” ujar Karman seperti dilansir pojoksatu, selasa(25/7/2017).

Karman menilai jika Jokowi meniru gaya Soeharto akan sangat memberikan pengaruh besar dalam konflik Palestina-Israel. “Insya Allah iya. Mengingat Indonesia adalah negara yang sangat dihitung oleh dunia,” jelas Karman. 

Seperti diketahui pemerintah zionis Israel sudah sangat keterlaluan melakukan akuisisi Masjid Al Aqsa bagian dari wilayahnya dan melarang umat Islam beribadah di masjid tersebut adalah sebuah kebiadaban.

Bukan saja menerapkan larangan Shalat Jumat sejak 14 Juli lalu, Israel juga sempat membantai umat Islam yang sedang melakukan shalat di komplek masjid tersebut.[islamedia]