Sekolah Dasar Islam Terpadu Ini Gratis 100%




Islamedia Tak selamanya Sekolah Islam Terpadu (SIT) identik dengan biaya mahal, Sekolah Dasar Juara(SDJ) Jakarta Utara justru menggratiskan semua biaya pendidikan bagi siswa yang dhuafa atau kurang mampu. Sekolah ini dikelalola oleh Rumah Zakat.

Kepala Sekolah SDJ Jakarta Utara Rahmat Ilahi menjelaskan, sekolah juara berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum yang digunakan pun juga dari Kemendikbud yang dipadukan dengan kurikulum Islam Terpadu.

"Kita punya kurikulum khas sekolah juara, seperti hafiz, pengembangan bakat anak, seperti bakat seni," ujar Rahmat seperti dilansir Republika, senin(17/7/2017).

Semua siswa sekolah di SDJ ini tidak dikenakan biaya apa pun alias gratis 100%. Di samping itu, mereka juga diberikan fasilitas pendidikan seperti seragam, tas, dan berbagai perlengkapan lainnya.

"Ini bagian dari komitmen Rumah Zakat membentuk sekolah gratis dan berkualitas," jelas Rahmat

Menurut rahmat, sumber pembiayaan semua operasional sekolah didapatkan dari berbagai donatur. Pengurus Rumah Zakat menghimpun dana dengan konsep sedekah produktif dalam bentuk pendidik an. Terutama orang yang diawal menjadi mustahik.

Rahmat mengungkapkan keberanian yayasan mendirikan sekolah gratis. Ia mengatakan, sejak awal, para pendiri mempunyai cita-cita mendirikan sekolah guna mengayomi anak-anak yang tidak terfasilitasi.

"Gratis diidentikkan dengan ecek-ecek. Ada yang bagus, tapi biayanya mahal. Sekolah juara itu penggagasnya, membuat untuk orang yang tidak mampu, khususnya dhuafa," kata Rahmat.

Sekolah juga menjamin, siswa akan mendapatkan tenaga pengajar yang profesional. Para pengajar merupakan orang mempunyai semangat juang yang besar. Sebab itu, sejak awal, sekolah mencari orang yang memiki semangat perjuangan kuat mencerdaskan anak-anak dhuafa.

Meski gratis, lanjut Rahmat, sekolah tidak sembarangan menerima calon siswa. Beberapa persyaratan harus dipenuhi oleh mereka, seperti tes akademik dan ke mampuan ekonomi keluarga. Menurut dia, orang yang paling miskin memiliki kesempatan lebih besar untuk diterima. [islamedia]