Megawati Ngaku Bertemu Pendiri NU : Anehnya Megawati Lahir 23 Januari 1947, Sedangkan Kiyai Hasyim Asyarie Wafat 7 September 1947


Islamedia Mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengaku pernah pernah bertemu langsung dengan   pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Hasyim Asy'ari. Pertemuan terjadi saat Kiyai Hasyim dan para Kiyai NU berkunjung menemui Presiden Soekarno.

Penelusuran Islamedia, ternyata Megawati lahir pada 23 Januari 1947, sedangkan Kiyai Hasyim Asyarie Wafat 7 September 1947. Jadi ketika Kiyai Hasyim wafat usia Megawati baru 7 bulan.

Sayangnya dalam ceramah Megawati tersebut tidak disampaikan secara detail tanggal peristiwa pertemuan tersebut.

Berikut ini berita yang dilansir metrotvnews.com tentang pertemuan Megawati dan Kiyai Hasyim.


Cerita Megawati Pertama Kali Bertemu Mbah Hasyim yang Bertamu Pakai Sandal


Awalnya Megawati mengatakan, sedari ia kecil sudah dididik disiplin. Salah satunya berpakaian rapi saat menerima tamu. Suatu hari, ayah Megawati, Presiden Soekarno, menerima tamu yang menurutnya berpenampilan tak biasa.

Saya berbisik pada beliau, mungkin agak keras, saya bilang 'Bapak, tamu bapak itu kok tidak sopan'. Bapak saya mukanya merah," kata Megawati.

Megawati mengatakan demikian lantaran tamu itu mengenakan sandal. Sebagai anak yang polos, ia melihat sandal kurang sopan dipakai bertamu.

Soekarno pun mengantarkan Megawati untuk keluar. Kemudian Soekarno mengatakan, kalau tamu itu merupakan para kiai. Megawati pun tak tahu apa kiai, apalagi nama kiai tersebut.

"Saya enggak pernah tahu siapa itu (kiai). Tapi enggak sopan, kenapa pakai sandal ya," pikir Megawati kala itu.

Di suatu kesempatan, Megawati bertemu kembali dengan tamu tersebut. Dengan rasa penasarannya ia bertanya. "Saya enggak boleh pakai sandal kalau bertamu kenapa bapak diizinkan pakai sandal, pakai sarung," ucapnya.

Soekarno menjelaskan, kalau teman-temannya itu yang bersandal merupakan para pejuang kemerdekaan juga. Itulah rekam pikir Megawati mengenai para ulama saat itu.

"Dari situ saya mulai mengetahui ada yang namanya kaum ulama dari Nahdlatul Ulama," ungkap Ketua Umum PDI Perjuangan itu.

Beranjak dewasa, akhirnya ia mengetahui kalau pria yang bertamu memakai sandal itu ialah KH Hasyim Asy'ari. "Waktu itu republik baru merdeka, akibat masih belum stabil, kami hijrah karena pemerintahan pindah ke Jogja (Yogyakarta). Masih ingat itu yang pakai sandal sarung itulah namanya KH Hasyim Asy'ari beserta ibunya. Itu masa-masa ketika Indonesia baru satu tahun merdeka kami berada di Jogja," kenang dia.

Megawati menjelaskan, Soekarno saat itu berteman baik dengan Mbah Hasyim. Soekarno sering meminta pandangan soal hukum membela negara berdasarkan hukum Islam.

Perkenalan Megawati dengan kiai dan ulama semakin lekat setelah ia mengenal Presiden Indonesia ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Apalagi, Soekarno sering mengatakan padanya kalau Indonesia bisa merdeka tidak terlepas dari jasa kiai dan ulama.

"Apa kurang cukupnya ketika ayah saya mengatakan tanpa mereka kemungkinan kita tidak akan merdeka," ungkap Megawati.


[islamedia]