Ingin Bisa Shalat Berjamaah, Patrialis Akbar Minta Dipindahkan ke Cipinang




Islamedia Mantan Menteri Hukum dan HAM yang juga Hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar mengajukan permohonan pemindahan penahanan dari rumah tahanan (rutan) kelas I Jakarta Timur cabang KPK yang berlokasi di gedung KPK ke rutan Cipinang.

Alasan pengajuan pemindahan adalah karena selama di rutan KPK dirinya tidak bisa menunaikan Sholat Fardhu secara berjamaah, mengingat tidak ada masjid.

"Kondisi kesehatan saya sudah semakim menurun. Saya mengajukan permohonan kedua, perpindahan tempat tahanan dari rutan KPK ke rutan Kelas I Cipinang. Selain kesehatan, saya juga ingin shalat berjamaah setiap waktu karena rutan KPK tidak ada masjid," ujar Patrialis dalam sidang di pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, seperti dilansir republika, Rabu(19/7/2017).

Menanggapi pengajuan Patrialis, jaksa penuntut umum (JPU) KPK Lie Putra Setiawan menyatakan, kondisi rutan KPK bahkan lebih baik dibanding rutan Cipinang.

"Berdasarkan permohonan terdakwa, kami tentu menghormati putusan majelis, tapi menurut pertimbangan kami, rutan kami kondisinya lebih baik dari pada Cipinang. Perbandingan kapasitas, rutan KPK akan memberikan kesehatan dibanding rutan yang dituju terdakwa," jelas Jaksa Lie.

Sementara ketua majelis hakim Nawawi Pomolango menyatakan, majelis masih mempelajari permohonan perpidahan tahanan tersebut. "Selama majelis tidak mengeluarkan produk, berarti majelis masih mempertimbangkan. Ketika pengalihan atau penangguhan, alasan subjektif harus dimunculkan misalkan kesehatan. 

Soal perpindahan tempat tahanan, kebetulan Anda mantan (Menteri) Hukum dan HAM, ada perumusan tanggunggung jawab penahanan, ada pada pejabat yang menahan. Jadi lebih bisa dikomunikasikan dengan pejabat di mana Anda ditahan," tutur hakim Nawawi.

"Saya paham, justru karena perpsektif keadilan hak saya beribadah. (Rutan) itu juga digunakan KPK untuk penahanan biasa," kata Patrialis menambahkan.

Sejak ditangkap penyidik KPK pada Januari 2017, Patrialis ditahan di rumah tahanan kelas 1 Jakarta Timur yang berlokasi di gedung KPK Jalan HR Rasuna Said Kav C1. [islamedia]