Ramadhan Menguatkan Keharmonisan Keluarga

Islamedia -  Ramadhan telah tiba. Bagi keluarga muslim, ini adalah momentum yang sangat istimewa. Ada banyak sekali nilai Ramadhan yang akan membawa pengaruh positif bagi diri dan keluarga. Oleh karena itulah, secara umum tampak kesungguhan masyarakat di Indonesia dalam menyambut kedatangan Ramadhan maupun Iedul Fithri nantinya.

Perhatikan beberapa momentum Ramadhan berikut, yang jika dikelola dengan baik, akan bisa menguatkan keharmonisan keluarga.

1. Menyiapkan Keluarga Memasuki Ramadhan

Di antara tradisi yang kami miliki dalam keluarga adalah mengadakan pertemuan keluarga menjelang Ramadhan. Pertemuan keluarga ini bisa kami lakukan kapan saja, namun setiap menjelang Ramadhan pasti kami melakukannya. Saya, isteri dan semua anak-anak berkumpul, dan membahas agenda serta target selama Ramadhan. Hal ini untuk menyiapkan semua anggota keluarga untuk memasuki Ramadhan.

Kami menyusun rencana dan target Ramadhan bersama keluarga, dan berusaha merealisasikannya dengan kesungguhan. Menjelang Ramadhan kami berkumpul dan membahas berbagai kegiatan serta target untuk seluruh anggota keluarga. Seperti target khatam Al Qur’an, tambahan hafalan Al Qur’an, target membaca buku, serta berbagai kegiatan lainnya. Kami juga biasa membuat “janji Ramadhan” yang ditulis dan ditempel di dinding rumah, gunanya untuk menyemangati dan mengingatkan target masing-masing.

Di garasi rumah kami setiap Ramadhan selalu digunakan untuk tempat tarawih anak-anak kampung. Di pertengahan Ramadhan kami selenggarakan aneka lomba untuk anak-anak. Dalam pertemuan keluarga tersebut, kami bahas aneka kegiatan seperti sebuah rapat kepanitiaan. Dengan pertemuan ini, semua anggota keluarga sudah terkondisi untuk memasuki Ramadhan dengan penuh kesiapan hati.

2. Buka Bersama Keluarga

Tentu kita memiliki sangat banyak agenda buka bersama. Ada buka bersama bersama instansi atau lembaga tempat bekerja, ada buka bersama tetangga dan lingkungan, ada buka bersama anak yatim, ada buka bersama teman-teman alumni, dan seterusnya. Namun ada hal yang tidak boleh dilupakan, yaitu buka bersama seluruh anggota keluarga. Jangan habiskan waktu buka bersama di luar bersama orang lain, sampai tidak sempat menikmati buka bersama keluarga.

Agenda yang satu ini sangat saya nikmati. Untuk itu saya selalu menyempatkan untuk melakukan “ritual” buka bersama keluarga, selagi saya bisa. Saya selalu mengusahakan pulang ke rumah menjelang maghrib, agar bisa menikmati hidangan buka puasa yang disiapkan dengan penuh cinta. Kehangatan dan keceriaan selalu mewarnai suasana buka bersama keluarga, apalagi ketika sedang berkumpul semua anggota keluarga.

Tidak mesti ke restoran atau rumah makan untuk melakukan jamuan buka puasa bersama keluarga, karena kadang justru mengurangi nilai spiritualnya. Justru nyaman dan berkesan ketika kita bisa bersama-sama menyiapkan hidangan di rumah, untuk dinikmati bersama. Ketika sudah selesai, bisa membersihkan dan membereskan bersama-sama pula.

Bisa pula kita agendakan buka puasa keluarga bersama anak-anak yatim atau anak-anak dhu’afa. Dengan demikian sekaligus melatih kepedulian sosial pada anak, dan akan membuat keluarga memiliki empati terhadap persoalan sosial di sekitarnya.

3. Tarawih Bersama Keluarga

Salah satu tuntunan sunnah dalam bulan Ramadhan adalah melaksanakan shalat tarawih. Pelaksanaan shalat tarawih, bisa dilakukan sendiri-sendiri, bisa pula dilakukan berjama’ah. Pada praktek di jaman kita, shalat tarawih telah menjadi menu utama di setiap masjid dan mushalla, untuk mengajak dan membiasakan masyarakat melaksanakannya.

Hendaknya kita mengagendakan untuk melaksanakan shalat tarawih bersama keluarga di rumah, ataupun di suatu masjid. Ada teman yang memiliki tradisi rutin, setiap bulan Ramadhan –walaupun hanya sekali– selalu menyempatkan mengajak semua anggota keluarga ke Masjid Istiqlal Jakarta untuk mengikuti shalat tarawih, padahal teman ini rumahnya di Yogyakarta. Hal ini ia lakukan karena memiliki kenangan manis dan indah bersama keluarga di Masjid Istiqlal, dan mereka ingin selalu mengenangnya.

Tentu saja tidak harus mengunjungi masjid yang jauh dan memerlukan biaya. Untuk melaksanakan shalat tarawih bersama keluarga, kita bisa melakukannya di rumah. Saya biasa mengajak isteri dan anak-anak untuk melakukan shalat tarawih bersama di rumah, beberapa kali dalam sebulan. Selebihnya mengikuti kegiatan bersama masyarakat sekitar. Imam shalat tarawih bisa dipergilirkan, kadang saya menjadi imam, kadang anak lelaki tertua saya yang menjadi imam.

Hal semacam ini akan semakin menambah kekokohan spiritual keluarga, yang akan menguatkan pula ikatan cinta dan kasih sayang sesama anggota keluarga.

4. Khataman Qur’an Bersama Keluarga

Salah satu aktivitas masyarakat selama Ramadhan adalah memperbanyak membaca dan mengkaji Al Qur’an. Masyarakat muslim percaya bahwa membaca Al Qur’an itu bagian dari ibadah dan berpahala, serta bisa melembutkan hati dan jiwa. Apalagi ketika dilakukan di bulan Ramadhan, nilai keberkahannya semakin bertambah. Banyak masyarakat yang melakukan tadarus ini di masjid atau mushalla dan mengkhatamkan bersama-sama jama’ah lainnya. Saya memiliki tradisi target khatam Qur’an bersama keluarga. Berapa kali khatam, disepakati dalam pertemuan keluarga menjelang Ramadhan.

Keluarga kami sudah memulai puasa hari Selasa 9 Juli 2013, sesuai keputusan Takmir Masjid kampung tempat kami tinggal. Hari ini memasuki hari kedua berpuasa. Kami memulai khataman semenjak Selasa 8 Juli setelah shalat Maghrib. Sampai dengan pagi ini, saya masuk juz 5, isteri saya masuk juz 3, anak perempuan sedang haid sehingga belum memulai khataman, anak ketiga yang sekolah SMA masuk juz 8, anak keempat sekolah SMP masuk juz 11, anak kelima sekolah SD masuk juz 2, dan anak keenam sekolah TK baru belajar Qiro’ati.

Kami memiliki lembar checking harian untuk mengetahui perkembangan bacaan Qur’an masing-masing anggota keluarga. Bukan hanya anak-anak yang dicheck, kami selaku orang tua juga dicheck perkembangan bacaannya.

5. Sahur Bersama Keluarga

Sahur bukan semata-mata peristiwa makan, namun sahur adalah bagian dari pelaksanaan tuntunan Nabi. Acara sahur seringkali tidak semeriah acara buka puasa. Sahur dilakukan dini hari menjelang Subuh, yang pada waktu itu sebenarnya bukan waktu yang enak untuk makan. Itu adalah waktu yang enak untuk tidur dan bermimpi. Maka sahur seringkali menjadi terasa berat bagi anak-anak.

Orang tua harus mengkondisikan anak-anak agar bisa bersemangat bangun di waktu sahur, dan usai sahur bersiap menunaikan shalat Subuh di masjid terdekat. Salah satu upaya membuat anak-anak bersemangat bangun di waktu sahur adalah dengan menyiapkan menu favorit mereka, serta membuat kesepakatan dibangunkan pada jam berapa. Dengan kesepakatan ini, semua keluarga sudah bangun pada jam yang disepakati, dan bersiap menikmati santapan sahur.

6. Kegiatan Bersama Keluarga

Saya memiliki keinginan bisa umrah bersama keluarga di bulan Ramadhan, namun hal ini belum kesampaian, karena memang urusannya tidak sederhana. Umrah memerlukan biaya yang tidak sedikit, apalagi untuk keluarga besar seperti saya. Jika belum mampu melakukan umrah bersama keluarga, masih sangat banyak alternatif kegiatan yang bisa dilakukan bersama keluarga selama Ramadhan.

Mengunjungi Majelis Ilmu bersama keluarga, merupakan aktivitas yang sangat positif dan membawa kebaikan bagi semua. Mengadakan kegiatan bazar atau bakti sosial di lingkungan terdekat bersama keluarga, juga merupakan aktivitas yang bermanfaat bukan hanya begi keluarga, namun juga bagi masyarakat. Silaturahim kepada saudara atau kerabat, juga merupakan aktivitas mulia dan sesuai tuntunan agama.

Intinya, manfaatkan waktu Ramadhan bersama keluarga. Jangan biarkan Ramadhan berlalu begitu saja tanpa aktivitas yang optimal untuk menambah kebaikan diri dan menguatkan keharmonisan keluarga. Harus ada upaya sadar dan terprogram untuk mewujudkannya.

Selamat memasuki Ramadhan bersama keluarga, masyarakat dan bangsa. Semoga ibadah kita sepanjang Ramadhan bisa menambah kebaikan diri, keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia. Aamiin.
Cahyadi Takariawan