NGE-RIBA-NGET !!!

IslamediaSaat semalam ngeronda di lingkungan rumah, ada salah satu tetangga (udah bergelar Haji), beliau sharing soal mobilnya yang abis kecelakaan. Mau klaim asuransi untuk service besar, tapi dipersulit untuk dapatkan SPK dari leasing sebagai syarat klaim asuransi.

Dalam hati saya, "Waduh, riba!". Saya mau ngomong soal riba ini ke beliau, tapi takut beliau tersinggung. Eh, alhamdulillah beliau duluan yang cerita, kalau mobilnya yang udah babak belur itu diikhlaskan aja kalau mau diambil sama leasing, dari pada pusing.

"Beberapa hari lalu saya lihat video kajian di youtube soal riba, mas. Setelah tau riba itu haram makanya saya ikhlasin aja itu mobil kalau mau diambil lagi. Anggap aja 13 bulan cicilan itu sebagai uang sewa. Dosanya ngeri, mas. Setara berzina dengan ibu kandung. Naudzubillah..." tegas beliau sambil menyeruput kopi yang menemani kami ronda malam tadi.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam Bersabda:


الرِبَا ثَلاَثَةٌ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ الرُّجُلُ أُمَّهُ وَإِنْ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ

“Riba Itu Ada 73 Pintu (Dosa). Yang Paling Ringan Adalah Semisal Dosa Seseorang Yang Menzinai Ibu Kandungnya Sendiri. Sedangkan Riba Yang Paling Besar Adalah Apabila Seseorang Melanggar Kehormatan Saudaranya.”

Astaghfirullah.... ampuni hamba YA Allah.

Kemudian beliau melanjutkan kalimatnya, beliau juga mengatakan bahwa dirinya sudah ber-azzam, mau lunasi hutang kartu kreditnya, secepatnya. "Saya kapok deh berurusan sama riba lagi, sales kartu kredit itu jahat ternyata. Mereka curang, nggak transparan ngasih informasi soal cicilan." katanya.

Alhamdulillah, saya bahagia dengarnya.

Kemudian saya cerita ke beliau pengalaman saya dan istri Resti Kristina berjuang perlahan lepas dari riba sejak awal kami menikah, setelah membaca banyak tulisan Mas Saptuari Sugiharto tentang riba yang kejam.

Bagi saya dan istri, gaji saya sebagai wartawan yang nggak sampai 5 juta perbulan alhamdulillah cukup untuk hidup. Bisa ngasih orang tua, ngasih tetangga, buat zakat, sama sedekah, bahkan masih cukup untuk jajan di mall. Kuncinya : Banyak bersyukur dan JANGAN TERGIUR HUTANG RIBA!! Inshaallah kami juga sudah ber-azzam, bulan depan kami gunting kartu kredit setelah hutang lunas. Selain itu, motor saya yang - meskipun sudah lunas hampir 3 tahun lalu - tapi belinya pakai akad riba, mau saya jual seikhlasnya. IYA, HARGA SEIKHLASNYA. Niat saya cuma mau lepas bersihin tuntas semua harta riba. Supaya hidup tenang, nyari nafkah jadi berkah.

Sementara, di situasi lain di sekitar kami ada yang suami istri bekerja, gajinya 4 kali lipat gaji saya satu bulan. Tapi selalu merasa kurang, hidup juga nggak tenang karena anak sering sakit jadi langganan rumah sakit setiap bulan. Sebabnya : Beli rumah kredit, akadnya riba. Beli mobil kredit, akadnya riba. Belanja bulanan pakai kartu kredit, akadnya riba. Ngutang itu seakan sudah jadi candu. #ngeRIBAnget



Saya mendoakan si Bapak, dan sesiapa yang ber-azzam ingin lepas dari jerat riba, semoga Allah mencukupkan rejekimu dan memudahkan langkahmu berhijrah mencari ridho Allah. Mari saling mendoakan.

Aamiin.

Blok Duku, 27 Ramadhan 1438 H.


[islamedi]