Hilangnya Adab Adalah Pangkal Permasalahan Umat


IslamediaLoss of Adab atau hilangnya adab, salah satu masalah internal umat islam yang mendapat perhatian khusus oleh Naquib Al-Attas, menjadi tema sentral pada kuliah Sekolah Pemikran Islam (SPI) Jakarta. Kuliah yang berlangsung Rabu malam (03/05) di Aula INSISTS ini menghadirkan Muhammad Ardiansyah, Direktur Pendidikan At-Taqwa Qur’anic School, Depok, sebagai pematerinya.

Ardiansyah mengatakan bahwa  penyebab hilangnya adab adalah karena kerancuan dalam hal ilmu yang keduanya adalah mata rantai yang saling berhubungan. ”Jadi hal yang harus dibenahi adalah dengan memutus mata rantainya yaitu hilangnya adab. Tidak bisa mendapatkan ilmu tanpa memenuhi adab-adabnya,” ujarnya.

Menurut Al-Attas, salah satu ciri hilangnya adab adalah proses penyamarataan yang ditanamkan dalam pikiran masyarakat. “Contoh dari hilangnya adab adalah  manusia sudah tidak dipandang dengan kadar ketakwaan, melainkan dengan kecantikan dan kemewahan. Sama dengan pada saat jaman jahiliyah ketika manusia dipandang berdasarkan kedudukan, kekayaan, dan popularitasnya,” ujar Ardiansyah.

Demikian juga saat pernikahan dan acara-acara penting. Yang dipersilakan duduk di tempat VVIP adalah pejabat dan konglomerat, sedangkan ulama ataupun imam masjid berada di belakangnya. Padahal pejabat tadi belum tentu dia bertakwa dan berilmu. Ini juga loss of adab, tidak meletakkan sesuatu pada tempatnya,” tuturnya.

Mudir Ma’had ‘Aly Hujjatul Islam Depok ini juga menekankan pentingnya Penanaman adab (Ta’dib) untuk melahirkan manusia beradab sebagai pembangun peradaban yang unggul. “Orang yang beradab tidak harus jadi ilmuwan, karena peradaban islam tidak hanya membutuhkan ilmuan dan intelektual, tapi juga membutuhkan tukang yang beradab, pekerja yang beradab. Jika orang-orang ini tidak ada, tidak akan ada peradaban Islam,” pungkasnya

Ali Faizin, salah satu peserta SPI menuturkan, “Saya memahami adab sebagai kunci bagi persoalan yang dihadapi umat dewasa ini. Saya bersyukur mendapat materi ini. Adab adalah hal mendasar yang mesti disadari pentingnya dan dimiliki oleh setiap muslim agar agama tegak di semua aspek dari pribadi hingga berwujud peradaban.” [islamedia/naufal/abe]