Fakta Mengejutkan, Ada Ambulans Tidak Boleh Lewat karena Ada Rombongan Presiden Melintas


IslamediaNetizen bernama Yoseph Eric Santoso melaporkan kejadian tentang mobil Ambulans yang tidak boleh melintas dikarenakan ada rombongan Presiden yang akan lewat.

Kejadian tersebut terjadi pada hari Jum'at, 20 Juni 2014 pukul 18:00 di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Jakarta Selatan.

Laporan Eric masih dapat dilihat di situs lapor.go.id dengan judul laporan :"Ambulans Tidak Boleh Lewat karena Rombongan Pemerintah Akan Lewat".

Berikut ini laporan lengkap dari netizen bernama Yoseph Eric Santoso.


Ambulans Tidak Boleh Lewat karena Rombongan Pemerintah Akan Lewat

LAPORAN:
Yth. Korps Lalu Lintas, 

Pada hari Jumat, 20 Juni 2014 pukul 18.00, saya salah satu pengendara mobil di jalur lambat Jalan Jenderal Sudirman Jakarta berencana ke arah Slipi. Ketika saya akan masuk ke jalur cepat, saya dihentikan oleh aparat dengan alasan Presiden akan lewat. Sekitar 5 menit saya menunggu, ada salah satu warga (sepertinya mahasiswa Universitas Atma Jaya) yang memberitahu aparat tersebut bahwa ada ambulans yang terjebak dalam antrian. Kurang lebih begini percakapannya: 

Mahasiswa: "Pak, itu ada ambulans mau lewat"
Aparat: "Ini Presiden mau lewat"
M: "Iya itu ambulansnya biar lewat dulu nggak bisa?" 
A: "Nanti kalau saya dimarahin Presiden gimana?"
M: "Kalau pasiennya mati Bapak yang tanggung jawab?" 
A: "Iya, iya"

Setelah itu, mahasiswa tersebut pergi. Tidak lama kemudian, kembali ada seorang warga yang memberitahu aparat tersebut.

Bapak: "Pak, ini ambulansnya nggak bisa lewat dulu?" 
Aparat: "Iya, ini Presiden mau lewat, Kalau saya dipecat gimana?" 

Akhirnya tanpa komentar lebih lanjut, Bapak itu menggeser barikade yang dipasang oleh Aparat demi membiarkan ambulans lewat. Kenyataannya, Bapak Presiden baru lewat sekitar 5 menit setelah ambulans itu bisa lewat. 

Apakah memang benar begini kebijakan dari pemerintah? Hanya demi Presiden bisa berjalan dengan lancar, Aparat mau mengambil risiko mengorbankan nyawa salah satu warga negara? 

Menurut saya, risiko keterlambatan yang dapat disebabkan dari meloloskan satu ambulans tidaklah sebanding dengan risiko keterlambatan ambulans tersebut yang bisa menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. 

Jika memang prosedur yang dijalankan aparat tersebut memang demikian, mohon dipertimbangkan sekali lagi. Namun jika seharusnya aparat tersebut mendahulukan ambulansnya, mohon prosedur yang benar kembali disosialisasikan agar kejadian seperti ini tidak terulang lagi. 

Posisi saya saat itu ada pada kesempatan terakhir pindah dari jalur lambat menuju jalur cepat Jalan Jenderal Sudirman, tepat sebelum perempatan Semanggi. 

Terima kasih.

LAMPIRAN:
Tidak ada lampiran

INFORMASI TAMBAHAN:
Tidak ada informasi tambahan

[islamedia]