Asal Tuduh, Ustadz Syafiq Basalamah Sebut ISIS Lahir dari Ikhwanul Muslimin

Ustadz Syafiq Basalamah memfitnah Ikhwanul Muslimin dan menyebut ISIS adalah bikinan Hasan Al-Banna.
IslamediaUstadz DR Reza Syafiq Basalamah melontarkan tuduhan yang mengarah kepada fitnah bahwa ISIS lahir dari Jamaah Ikhwanul Muslimin. Pernyataan ini disampaikan dalam sebuah kajian yang disiarkan Hangtv dan HangFM, diunggah ke youtube pada 18 Oktober 2016.

"Sebenarnya ISIS itu hanya sekedar nama, yang nama itu akan berubah ikut berkembangan zaman. ISIS dulunya adalah Al Qaidah yang dipimpin oleh Osamah bin Laden. Yang dahulunya sama yang dikoar-koarkan, mereka ingin menegakkan syariat Allah dibumi Allah Subhanaahu wataala.Mereka ingin menegakkan Khilafah Islamiyah. Dan kita harus mengetahui pula bahwa Al-Qaidah hanya sekedar nama, munculnya Al-Qaidah tidak jauh dari yang disebut dari Jamaatul Umm, dengan kelompok yang menjadi Ibu yang melahirkan kelompok-kelompok yang memiliki nama yang berbeda-beda. Jamaatul Umm itu adalah Ikhwanul Muslimin" ujar Ustadz Syafiq.

Selain itu Ustadz Sayafiq juga mengklaim bahwa dasar tudinganya karena para anggota ISIS rujukanya adalah tarfsir  Fii Dzilalil Qur'an karya Sayyid Quthb yang merupakan pemikir besar dari Jamaatul Ikhwanul Muslimin. 

"Merekalah yang menelorkan pemikir-pemikir yang kemudian menjadi Al-Qaidah, menjadi Jamaatul Hijrah Wal Jihad, Jamaatul Hijrah Takfir, kemudian menjadi ISISpun sekarang tidak bisa dipisahkan dari Jamaah tersebut.Bahkan dikatakan orang-orang yang ikut ISIS sekarang yang mereka pegang adalah Classon Cof kata dia bersama tafsir Fii Dzilalil Qur'an karya Sayyid Quthb yang merupakan pemikir besar dari Jamaatul Ikhwanul Muslimin" papar Ustadz Syafiq. 

Menanggapi tuduhan Ustadz Syafiq terhadap Ikhwanul Muslimin, salah seorang pengamat Timur Tengah bernama Ahmaed Dzakirin mengungkapkan bahwa Ustadz Syafiq menggunakan silogisme(kesimpulan) dari premis yang lemah.

"Diluar tidak paham sejarah dan dinamika dalam tubuh Ikhwanul Muslimin, Syafiq membangun silogisme tuduhan dari premis-premis yang lemah" ujar Dzakirin di akun Facebook pribadinya, kamis(15/6/2017).

Dzakirin juga memaparkan bahwa silogisme yang disampaikan Ustadz Syafiq bisa saja diterapkan pada kasus terorisme 911 yang menabrak gedung kembar WTC di Newyork pada tahun 2001 yang lalu.

"15 dari 19 pembajak pesawat adalah warga Saudi.Usamah bin Laden dilahirkan dan dibesarkan di Saudi. Keluarga Bin Laden dekat kekuasaan dan memegang pelbagai bisnis penting di Saudi, termasuk sektor kontruksi" papar Dzakirin mencontohkan jika Silogisme yang digunakan Ustadz Syafiq diterapkan pada kasus 911.

Selain itu Dzakirin juga mencontohkan dalam silogisme serupa namun cacat nalar, AS meratifikasi UU Keadilan Melawan Sponsor Terorisme yang memberikan hak kepada keluarga korban 9/11 untuk menuntut Arab Saudi bertanggung jawab atas aksi terorisme tersebut.

Lebih lanjut Dzakirin menyampaikan pesan bahwa :"Jadi, jika tidak ingin membuat fitnah terhadap umat Islam, baiknya anda belajar terlebih dahulu.Namun diluar itu, saya melihat Syafiq dan kelompok yang serupa telah kehilangan keadilan, sensitifitas dan simpatinya atas sebagian kelompok umat Islam yang difitnah dan dizalimi".

Sementara cendekiawan Muslim bernama Eko Setiawan menyayangkan penarikan kesimpulan yang disampaikan Ustadz Syafiq terkait ISIS dan Ikhwanul Muslimin tanpa dibarengi fakta data pendukung.

Menurut Eko, manhaj atau cara berjuang Ikhwanul Muslimin itu sangat jauh berbeda dengan ISIS yang radikal. Ikhwan telah banyak membuktikan bahwa manhaj dakwahnya sangat moderat.

"Masih ingat peristiwa RABIA di Mesir kan, saat itu ribuan kader Ikhwanul Muslimin dihabisi oleh tentara As-Sisi, menariknya saat itu para kader Ikhwanul Muslimin tidak melakukan perlawanan senjata" jelas Eko.

Eko juga menyayangkan bahwa sosok Ustadz Sayafiq begitu mudahnya menarik kesimpulan bahwa Sayyid Quthb yang merupakan sosok luar biasa dalam sejarah peradaban Islam Mesir dianggap sebagai akar lahirnya pemikiran radikal.

Berikut ini video Dr Syafiq yang telah menuduh ISIS lahir dari Ikhwanul Muslimin



[islamedia]