Ungkap Fakta Aksi 212, Film “The Power Of Love” Akan Tayang di Bioskop 2 Desember 2017

IslamediaAksi Bela Islam 2 Desember 2016 atau yang dikenal dengan nama Aksi 212 merupakan Aksi terbesar Umat Islam di Indonesia dalam memperjuangkan keyakinanya. 

Mirisnya, aksi yang berjalan dengan super damai tersebut difitnah dengan berbagai pemberitaan media arus utama(mainstream) dengan framing yang berbeda sehingga tak jarang komentar miring seperti makar, anti Pancasila, pemecah belah NKRI dan lain sebagainya muncul dari bibir masyarakat.

Melalui Film “The Power of Love” ini, sebuah karya yang dipersembahkan oleh Rumah Produksi Warna Pictures berusaha mengungkap fakta dibalik peristiwa 212. Peristiwa yang takan terlupakan itu akan ditampilkan secara objektif dengan mengisahkan perjalanan seorang jurnalis yang terjebak dalam perjalanan aksi 212.

Produser sekaligus Sutradara “The Power of Love”, Jastis Arimba mengatakan dirinya optimis film ini nantinya akan diterima dengan baik oleh masyarakat sebab tak ada satupun unsur politis, SARA, dan intoleransi yang dituangkan dalam film ini.

Pria yang lebih dikenal dengan karya film dokumenternya ini melanjutkan, tak ada segmentasi khusus dari film yang sedang digarapnya ini, justru dirinya ingin semua masyarakat menonton sehingga dapat melihat jatidiri Islam sesungguhnya.

Tidak ada segmen khusus, semua ‘wajib’ nonton, supaya tahu ini lho Islam Rahmatan lil Alamin,” lanjut Jastis seperti dilansir swamedium.com, rabu(23/5/2017).

Sejumlah aktor ikut bergabung dalam pembuatan film ini, atara lain Fauzi Baadila dipercaya menjadi pemeran utama, didampingi Adhin Abdul Hakim, Hammas Syahid Izzudin, Asma Nadia, Meyda Sefira, Cholidi Assadil Alam, dan Ustadz Erick Yusuf sebagai konsultan.

Menurut Konsultan Produser “The Power of Love”, Ustadz Erick Yusuf mengatakan bahwa dakwah semestinya dilakukan dalam bentuk apapun termasuk film. Baginya film ini merupakan upaya menyampaikan syiar Islam, upaya mendobrak fitnah yang selama ini berkembang di kalangan masyarakat mengenai aksi-aksi yang dilakukan umat Islam.

Dakwah lewat film ini sudah tepat, lewat film ini kita sampaikan fokus permasalahan yaitu toleransi dimana ada pasangan kristiani yang menikah saat aksi berlangsung, aksi menjaga lingkungan dimana tidak ada satu tanaman pun yang dirusak saat itu, dan yang terbesar adalah sholat jumat yang dilakukan oleh lebih dari 7 juta orang, itu masya Allah,” kata Ustadz Erick.

Film ini rencananya akan mulai diproduksi setelah Idul Fitri dan ditargetkan untuk ditayangkan di Bioskop satu tahun setelah peristiwa itu terjadi yaitu tepat pada 2 Desember 2017. [islamedia]