Partai Pendukung Penista Agama Akan Ditinggal Pemilihnya Pada Pemilu 2019


Islamedia - Keputusan Majelis Hakim yang memvonis 2 tahun penjara terhadap ahok atas tindakan penistaan agama Islam akan berpengaruh kepada para partai politik pendukung ahok. 

Pengamat Politik Pangi Syarwi Chaniago menilai bahwa nasib partai pendukung ahok pada pemilu 2019 nanti akan sangat menyedihkan. Basis Umat Islam di seluruh Indonesia kemungkinan besar akan meninggalkanya.

"Partai-partai yang sebelumnya mengusung Ahok pada Pilkada DKI Jakarta, kemungkinan bakal mendapat cobaan yang cukup berat. Bahkan, bukan tidak mungkin bakal ditinggalkan pemilih" ujar Pangi Syarwi seperti dilansir jpnn, rabu(10/5/2017).

Seperti diketahui publik bahwa sejumlah partai pendukung ahok dalam Pilgub DKI Jakarta yang lalu adalah Partai Golkar, PDIP, Nasdem, Hanura, PPP dan PKB. Partai yang akan terasa ditinggalkan pemilihnya adalah PPP dan PKB.

"PPP dan PKB saya kira akan sulit pada Pemilu 2019. Nampaknya akan mulai ditinggalkan suara basis atau pemilih muslim yang merasa tersinggung karena mereka mengusung terdakwa penista agama," papar Pangi.

Sedangkan partai politik yang kontra terhadap Ahok seperti PKS dan Gerindra dimungkinkan akan mendulang suara dukungan dari masyarakat Indonesia. Karena publik semakin yakin bahwa kedua partai tersebut benar-benar menegakkan keadilan. [islamedia]