Konsolidasi Nasional KNRP 2017, Jalin Soliditas dari Pusat hingga Wilayah untuk Palestina

IslamediaKonsolidasi Nasional Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) 2017 merupakan momen untuk menjalin kembali soliditas dari Pusat ke Wilayah untuk menumbuhkan semangat untuk terus membersamai Palestina sampai Masjid Al-Aqsha terbebaskan. Hal ini seperti yang dikatakan Ketua Umum KNRP Suripto dalam pembukaan Konsolidasi Nasional KNRP dengan tema Bangun Soliditas Tingkatkan Produktivitas di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/5/2017).


"Di 11 tahun ini, KNRP harus terus solid dan eksis, lebih semangat dalam produktivitas memberikan bantuan untuk rakyat Palestina," kata Suripto.



Suripto menjelaskan, KNRP harus memiliki mindset yang sama ikut memperjuangkan kemerdekaan Palestina dengan berbagai cara yang baik. Dan yang tidak kalah penting adalah meringankan beban pengungsi Palestina di beberapa negara sekitar Palestina, diantaranya Lebanon, Jordania, Turki, Suriah dan beberap negara lainnya termasuk di Indonesia.



Pada kesempatan yang sama Ketua Harian KNRP Caca Cahayaningrat menambahkan KNRP ingin perbaikan-perbaikan administrasi wilayah dan keamanan yang perlu dirangkai kembali. 



Adanya KNRP sendiri sejatinya adalah ingin merekatkan kerja-kerja bersama hingga jalinan ini menjadi solid, menjadi mata rantai yang tak terputus, kesemuanya harus ada keinginan yang kuat dari Pusat hingga Wilayah.



"Mudah-mudahan pertemuan ini menghasilkan kesolidan yang betul-betul kuat dari Pusat hingga Wilayah. Dapat membingkai dan merangkai lagi kerja-kerja kita. Sehingga kita selalu mendapat keberkahan dari Allah SWT," harap Caca dipenghujung sambutan. 



Diketahui, acara Konsolidasi Nasional ini digelar dua hari, Sabtu-Ahad (20-21 Mei 2017), dan dihadiri 24 perwakilan wilayah diantaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Gorontalo dan Maluku Utara. [islamedia/abe]