Hukum Berboncengan Motor yang Bukan Mahram


Islamedia - Assalamu alikum, ustadz, Seiring dengan perkembangan teknologi, saat ini layanan ojek online sangat mudah sekali digunakan. Para pengguna jasa ojek online perempuan juga banyak menggunakanya, sedangkan pengendara ojek seorang pria yang bukan mahramnya.

Saya mau bertanya tentang hukum berboncengan yang bukan mahram? Mohon perjelasannya.

Jawaban:

Wa'alaikum salaam Wr Wb.

Naik motor berdua laki-laki perempuan non mahram secara hukum merupakan bentuk ikhtilath (bercampur) yang diharamkan. 

Apalagi bila mengerem secara mendadak yang menyebabkan terjatuh dipundaknya dan lain-lain. Jadi boncengan antara dengan yang bukan mahram itu sudah masuk pada larangan yang disebutkan Surat Al-Isra' Ayat 32, yaitu larangan mendekati zina.


وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا


Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Bagaimana bila kondisinya darurat?

Islam memang mengenal daruraut yang akan meringankan suatu hukum. Jika kondisi sulit, maka Islam memberikan kemudahan dan kelonggaran. Bahkan Kondisi darurat menjadikan yang sesuatu yang haram jadi mubah

Namun darurat itu bukan sesuatu yang bersifat rutin dan gampang dilakukan. Umumnya darurat baru dijadikan pilihan manakala memang kondisinya akan menjadi kritis dan tidak ada alternatif lain. Itu pun dengan resiko fitnah dan sebagainya.

Ingatlah peristiwa haditsul ifki yang menimpa ibunda mukminin Sayyidatina Asiyah RA yang tertinggal di padang pasir sendirian tanpa bekal dan kendaraan. Bila sahabat Nabi itu tidak datang menolong dan membawanya dengan unta, pastilah beliau akan celaka di tengah padang pasir tandus tanpa makan. Inilah darurat, yang bila tidak dikerjakan akan menimbulkan celaka. Namun resiko difitnah tetap mengintai. Dan ini adalah resiko.

Jadi bagi para Muslimah yang ingin menggunakan layanan ojek online sebaiknya membuat catatan saat pesan, yaitu meminta yang mengendarai ojek sesama perempuan. Saat ini beberapa penyedia layanan ojek online sudah menambahkan fitu catatan penumpang.

Wallahu a’lam bish-shawab

Tim Syariah Online

[islamedia]