Alhamdulillah Istriku Tetap Berjilbab Panjang dan Besar Saat di Pelaminan




Islamedia - "Bila kelak saya menikah, maka saya harus tetap mengenakan Jilbab panjang dan lebar ketika di pelaminan" demikian papar istriku dahulu sebelum menikah. Dan alhamdulillah niat dan tekad istri saya ini terwujud, terbukti ketika kami menikah istriku tetap mengenakan jilbab panjang dan lebar. Alhamdulillah. 

Apa yang terjadi dengan istri saya kemungkinan juga dialami oleh istri sahabat yang lainya, betapa indahnya melihat istri kita mengenakan busana Muslimah Syar'i saat di pelaminan.

Namun ternyata ada juga beberapa kejadian yang menimpa sahabat saya yang mengisahkan bahwa ketika menikah, istrinya menggunakan jilbab yang dililitkan kelehernya dan busana yang digunakan juga sangat ketat, berbeda dengan busana yang biasa dikenakan keseharianya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

Sahabat saya ini menjawab : "akhi, ternyata waktu itu tidak ada busana pengantin yang menggunakan jilbab besar, semuanya jilbabnya kecil. Bahkan kami diketawai sama perias pengantin bahwa selama pengalaman merias pengantin berjilbab yah jilbabnya seperti ini dililit dan kecil (bukan besar dan panjang). Karena hari H pernikahan sudah dekat, akhirnya kami putuskan istri berjilbab pendek".

Dari alasan yang mengemuka, sebenarnya alasanya hanya masalah teknis dan sebenarnya sangat bisa disiasati jauh-jauh hari apabila memang ada kemauan. Kembali kepada azzam yang ada didalam diri, apakah benar-benar ingin mengenakan busana pengantin syar'i atau tidak.

Melalui tulisan ini, saya ingin mengajak kepada para ikhwan yang akan menikah agar membantu menguatkan azzam calon istrinya agar benar-benar memperhatikan mengenakan busana pengantin yang syar'i sebagaimana busana yang biasa dikenakan keseharian, jangan sampai pernikahan yang suci ini terkurangi keberkahanya hanya karena busana yang kita pakai malah melanggar dari tuntutan syar'i.


Abu Nafisa

[islamedia]