Trik dan Hal Mendasar Dalam Menulis




Islamedia "Kebanyakan orang beranggapan bahwa menulis itu susah, namun sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan," kata Erwyn Kurniawan, seorang penulis buku dan jurnalis media yang menjadi pemateri dalam pertemuan ke-4 Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta, pada hari Rabu (29/03/17), di Kalibata, Jakarta.

"Hal yang terpenting dalam menulis adalah PBB, yaitu Paksa, Biasa, Terbiasa. Awalnya menulis itu susah, tetapi jika kita memaksakan diri untuk menulis, lama-kelamaan akan terbiasa, sehingga kata-katanya akan mengalir. Yang terpenting adalah berlatih terus-menerus, tidak hanya sejam-dua jam," ungkap Erwyn.

Erwyn menjelaskan bahwa untuk menarik minat pembaca, triknya adalah penulis harus memasukan nilai berita dari apa yang ditulisnya. “Nilai berita tersebut diantaranya adalah signifikansi, besaran atau sesuatu yang terkait dengan jumlah atau magnitude, kedekatan isu dengan khalayak atau proximity, keterkenalan orang yang diliput atau prominence, unik, menyentuh sisi kemanusiaan, konflik, ataupun sesuatu yang sedang tren,” tandasnya.

Erwyn juga menambahkan enam pertanyaan mendasar yang dapat membantu dalam penulisan berita, yakni “menggali peristiwa apa yang terjadi, siapa yang terlibat, kapan terjadinya, di mana kejadian itu berlangsung, mengapa bisa terjadi, dan bagaimana jalan ceritanya," pungkas Erwyn.

Peserta SPI tampak antusias mendengarkan materi jurnalistik dasar yang dibawakan selama dua jam. Sebagai penutup, Erwyn menyampaikan pesan kepada para peserta kuliah untuk terus berlatih, karena terampil menulis merupakan buah dari kebiasaan. [islamedia/faiza/abe]