Tiba-tiba, #AhokForBali1 Jadi Trending Topic

Islamedia Meski proses pencoblosan di putaran kedua Pilkada DKI Jakarta telah berakhir, dan pasangan Anies-Sandi telah dinyatakan sebagai pemenang, namun media sosial masih diramaikan dengan berbagai perdebatan. Para pendukung Ahok-Djarot nampaknya masih merasa bahwa jagoannya kalah semata-mata karena masalah SARA.

Pada hari Senin (24/04), para pengguna media sosial Twitter di tanah air dikejutkan dengan sebuah tagar yang kemudian menjadi Trending Topic. Tagar tersebut adalah #AhokForBali1; sebuah tagar yang seolah menyarankan agar Ahok meneruskan karir politiknya di Bali sehingga bisa menjadi gubernur di sana.

Akun @elfizal, misalnya, secara gamblang mempertanyakan sikap para pendukung Ahok yang berasal dari Bali. “Phenomena menarik, kok Ahok yang didambakan para pemuda Bali malah ketika disodorkan #AhokForBali1 malah byk penolakan? Malah dari Ahoker Bali!” ungkapnya.

Akun @ssirah secara jenaka menanggapi usulan ini dengan memperbandingkannya dengan situasi pemberian dukungan kepada Ahok di Jakarta beberapa waktu lalu yang dipandang oleh banyak pihak sudah keterlaluan. “Kalo maju #AhokForBali1 kan gk perlu ada buku saku 7 dalil pemimpin ya,” ujarnya.

Bersamaan dengan ramainya pembicaraan tentang usulan pencalonan ini, tersebar pula sebuah meme yang menggambarkan Ahok mengenakan sebuah ikat kepala khas Bali. Di bawahnya, tertulis: “Ahok sesuci air Sungai Gangga. Lebih Hindu dari orang India. Titisan Hanoman menurut Lia Eden.”

Kata-kata pada meme tersebut seolah mengejek sikap para pendukung Ahok yang kerap keterlaluan dalam memberikan sanjungan. Akun Twitter @TemanAhok, misalnya, pernah menyebutkan bahwa “Ibarat air, Ahok ini air yg suci lagi mensucikan, bisa dipake wudhu. Bisa berantas korupsi. Yg lain baru sebatas bs diminum.”

Sebagian pendukung Ahok yang lain juga kerap mengatakan bahwa Ahok lebih Islami daripada orang-orang Muslim. Bahkan sebagian ada yang menyematkan gelar ‘Sunan’ kepadanya.

Tagar #AhokForBali1 ini, beserta penolakannya oleh para pendukung Ahok dari Tanah Dewata, menunjukkan bahwa masing-masing daerah memiliki kearifan lokalnya sendiri-sendiri. Di Bali, agama Hindu tak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat lokalnya. Karena itu, masyarakat Hindu di Bali mendukung kepala daerah yang beragama Hindu.

Fenomena tersebut dipandang oleh para pengguna media sosial sebagai bukti bahwa keinginan masyarakat Muslim Jakarta untuk memiliki pemimpin Muslim bukanlah sikap intoleran. [islamedia/as/abe]