Menghina Autisme, Komisaris LKBN Antara Dikecam Netizen

Islamedia Boni Hargens, Komisaris LKBN Antara yang merupakan pendukung setia Ahok pada Pilkada DKI Jakarta yang baru saja berakhir, mendapat banyak kecaman setelah menghina autisme dalam salah satu cuitannya di media sosial Twitter pada Kamis (27/04) kemarin. Hampir semua netizen menyayangkan komentarnya yang dianggap sangat jauh melampaui batas dan tidak selayaknya disampaikan oleh seorang komisaris.

Beginilah bunyi tweet yang diposting pada siang hari itu: “Kemenangan ini spt pil yang diberikan pada anak super autis. Biar adem aja. Tapi tak akn menyembuhkan autisme dlm sekejap. #Salam Jakarta baru#

Dalam waktu singkat, komentar pedas berdatangan. Edy A. Effendy, melalui akun @eae18 miliknya, langsung menyampaikan keluhannya pada akun Presiden, @jokowi, “Pak @jokowi orang gila seperti @bonihargens kok bisa-bisanya jadi Komut Antara. Ini sudah berkali2. Tegurlah dia.”

Menanggapi komentar ini, Boni Hargens menjawab singkat, “Pendukung ISIS pd gerah ya?

Komentar ini pun segera ditimpali dengan tweet yang lebih pedas dari Edy: “Kamu bodoh. Yang berbeda pandang kamu pandang ISIS. Saya Muslim. Kamu mau hina saya sbg Muslim?

Akun @Gilang_Mahesa menjawab tweet Boni dengan menyampaikan sebuah ironi di baliknya. “Hai @bonihargens, tahu nggak bulan April ini adalah Bulannya Autisme, & semua org autis adalah orang yang luar biasa, anda tak punya hati,” katanya.

Komentar lain diberikan oleh akun @panca66 dengan mengingatkan bahwa Boni sudah berkali-kali melakukan penghinaan. “Boni dulu juga menghina KH. Maruf Amin. Minta maaf. Selesai. Skrg kumat lagi dia. Menghina SBY juga sering,” ujarnya.

Sementara itu, seperti dilansir oleh situs VIVA, Direktur Rumah Autis, Isti Munawarah, meminta Boni untuk meminta maaf secara terbuka kepada publik. “Kami mengerti betul bagaimana perasaan orangtua anak-anak, jangan lagi ada pernyataan seperti itu di manapun,” ujar Isti.

Sejak tweet kontroversial tersebut mengudara, tagar #CopotBoni segera digunakan oleh banyak orang. Boni sendiri, tanpa banyak berkomentar, telah menghapus tweet yang mengundang kemarahan banyak orang tersebut. Meski demikian, sudah terlanjur banyak yang mengabadikan screenshot-nya, dan kecaman masih berdatangan hingga hari ini. [islamedia/as/abe]