Kemampuan Menulis Adalah Bawaan Manusia


Islamedia Kemampuan menulis itu inherent, melekat pada diri tiap orang,” ungkap Erwyn Kurniawan mengawali materi perkuliahan keempat Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta untuk Angkatan 2017.

Mantan ketua LDK Universitas Nasional yang juga seorang penulis ini mengawali materi Jurnalistik Dasar ini dengan memotivasi peserta untuk tak ragu belajar menulis dan membebaskan diri dari belenggu yang menghambat dalam kegiatan tulis-menulis. “Kemampuan menulis yang melekat pada diri setiap orang itu menguap karena terhalang oleh banyak melenggu seperti kemalasan dan sebagainya,” terangnya.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa mengawali adalah bagian tersulit dari proses kreatif menulis. “Awalnya susah, tapi kalau sudah bisa memulai seterusnya akan mengalir dan jadi gampang,” tutur Erwyn.

Penulis buku Dalam Lingkaran Kebisuan ini juga menyampaikan bahwa menulis adalah keterampilan berbahasa yang tertinggi.

Menulis adalah kemampuan bahasa tertinggi setelah menyimak, membaca dan berbicara, sehingga orang yang terbiasa menulis biasanya akan berbicara dengan runut dan sistematis,” tandasnya.

Untuk memulai menulis, Erwyn memberikan sebuah rumus yang bisa dipakai oleh siapapun. “Rumus terpenting dalam menulis adalah PBB, ‘Paksa, Bisa dan Biasa’,” pungkas Erwyn.

Perkuliahan keempat ini digelar di Aula INSISTS di bilangan Kalibata, Jakarta Selatan. Selain membahas teori dasar menulis, Erwyn juga banyak memaparkan teknik-teknik menulis berita yang baik, mulai dari pembuatan judul yang menarik, penentuan angle, menyusun lead yang mampu menggaet pembaca dan bagaimana membuat tubuh berita yang utuh dan enak dibaca. [islamedia/asyari/abe]