Karangan Bunga untuk Ahok Menuai Beragam Tanggapan dari Netizen




Islamedia Publik dikejutkan oleh membanjirnya rangkaian bunga di Balaikota DKI Jakarta pada Rabu (26/04) kemarin. Rangkaian bunga tersebut nampaknya diberikan sebagai apresiasi atas kerja Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih dikenal dengan sebutan Ahok. Basuki akan mengakhiri masa tugasnya pada bulan Oktober 2017 setelah kalah dari pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Kehadiran rangkaian bunga dalam jumlah yang tidak wajar itu dengan segera mendapat tanggapan dari para netizen di dunia maya. Secara bersamaan, sejumlah akun di Twitter menyampaikan ucapan yang bernada puitis dengan menggunakan tagar #KaranganBungaAhok.

Contoh ucapan puitis itu adalah seperti cuitan dari akun @RelawanBadja yang menyebutkan: “Tak perduli Kau berkata ‘tuk mau atau tidak #KaranganBungaAhok”.

Sebagian pihak berpendapat bahwa kata-kata puitis itu justru kelihatan tidak wajar dan nampaknya hanya sekedar usaha untuk menciptakan trending topic. Kalimat persis sama seperti di atas, misalnya, muncul secara bersamaan dari sejumlah akun seperti @lindawendynia1, @Muhiqbalgun, @Karlajosefinaa3, @SophieSyahrani, @katricemargare2, @keturahcharlen1, dan masih banyak lagi.

Temuan ini semakin menguatkan opini yang berkembang selama ini, yaitu bahwa dukungan terhadap Ahok di dunia maya lebih banyak direkayasa, antara lain dengan menggunakan akun-akun bot yang bisa diprogram sesuai keinginan.

Selain seputar keterlibatan akun-akun bot, netizen juga menanggapi ketidakwajaran munculnya ratusan karangan bunga tersebut. Sebagian menyoroti betapa banyaknya uang dihamburkan untuk membuat karangan bunga sebanyak itu. Zeng Wei Jian, tokoh Tionghoa yang konsisten mengkritisi Ahok, dalam tulisannya yang dimuat di situs RMOLJakarta, mengkontraskan fenomena ini dengan kemiskinan masyarakat Jakarta saat ini.

Bila 1 karangan bunga berbudget 800 ribu, maka budgetnya jadi 800 juta. Hanya untuk karangan bunga. Sebuah kesia-siaan absolut,” ujarnya.

Zeng Wei Jian kemudian menjelaskan kenyataan memprihatinkan di tengah-tengah masyarakat ibu kota saat ini. “Maret 2016, jumlah penduduk miskin meningkat menjadi 384.300 orang atau 3,75 persen. Artinya ada peningkatan sebesar 15.630 orang dari tahun 2015,” paparnya. “Ini dihitung berdasarkan income Rp 510.359 per bulan. Bila pakai standar income 1 juta per bulan maka angka akan lebih besar,” ujarnya lagi.

Beredar pula spekulasi bahwa karangan bunga yang sangat banyak itu dipesan oleh satu orang atau satu kelompok saja, sehingga muncul bersamaan. Yang lainnya berpendapat bahwa karangan bunga tersebut tadinya dipesan untuk ucapan selamat atas kemenangan dalam pilkada. Karena sudah terlanjur dipesan dan tak mungkin dibatalkan, padahal Ahok sudah resmi dikalahkan dalam pilkada, maka ucapan dalam karangan tersebut diubah menjadi ucapan terima kasih. [islamedia/as/abe]