Haram Menulis “Pada Suatu Hari”!




Islamedia Haram hukumnya bagi orang yang sudah mengikuti pelatihan saya mengawali berita dengan menulis ‘pada suatu hari’,” canda Erwyn Kurniawan di tengah materi Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Bandung, Sabtu (08/04) lalu. Pemilik sekaligus pimred dari situs WAJADA ini menjadi narasumber untuk topik “Jurnalistik Dasar” yang membahas kiat-kiat untuk mengemas berita secara menarik.

Kuliah yang dilaksanakan di D’Best Hotel Sofia, Jl. Tengku Angkasa, Bandung ini juga membeberkan kesalahan umum jurnalis pemula dalam menulis berita. Misalnya, mengawali berita dengan frase “pada suatu hari” dan menulis kalimat langsung secara tidak efektif. Selain itu, dilakukan pula simulasi menulis reportase dan evaluasi terhadap karya peserta sehingga kegiatan berlangsung secara interaktif.

Secara garis besar, suatu fenomena dapat disebut sebagai berita saat memiliki satu atau lebih nilai berita, yaitu significance (pengaruh), magnitude (ukuran), prominence (kepentingan), proximity (kedekatan), timeline (waktu berita), konflik, keunikan, human interest (ketertarikan emosional manusia) dan tren. Semua nilai berita tersebut diukur terhadap sasaran atau subjek pemberitaan. “Kejadian yang ditemukan diuji melalui pertanyaan 5W+1H kemudian dilanjutkan dengan pengemasan berita secara menarik lewat angle atau sudut berita dan pemilihan diksi yang tidak biasa,” papar Erwyn panjang lebar.

Media mainstream saat ini memiliki visi menyerang Islam. Jika kita tidak memahami jurnalisme, maka kita hanya akan menjadi mangsa dan tidak dapat membalas serangan,” demikian komentar Iqbal Fawwaz, salah seorang peserta SPI yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Rohis Kota Bandung (HIROKOBA) setelah mengikuti kelas jurnalistik ini. [islamedia/asa/abe]