SPI Jakarta Menggelar Kuliah Perdananya untuk Angkatan 2017

Islamedia Kuliah perdana Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta untuk Angkatan 2017 digelar pada Rabu (08/03) di Gedung Gema Insani, Kalibata, Jakarta Selatan. Akmal Sjafril, founder dari SPI, bertindak sebagai narasumber dalam kuliah perdana tersebut. Pada saat yang bersamaan, di lantai dua gedung yang sama, tengah berlangsung kuliah ke-19 untuk angkatan sebelumnya, yang dinarasumberi oleh Dr. Wido Supraha.

Sebagai salah satu penggagas SPI, Akmal menjelaskan bahwa tujuan dibentuknya SPI adalah untuk meng-counter pemikiran yang selalu menyudutkan Islam “Kita butuh jawaban intelek untuk pertanyaan-pertanyaan intelek, karena (jawaban) yang kurang intelek sudah terlalu banyak yang memberikannya,” ungkapnya di Aula INSISTS.

Aktivis muda yang juga aktif di #IndonesiaTanpaJIL (ITJ) ini pun menambahkan bahwa para peserta kali ini adalah mereka yang terpilih karena seleksi yang cukup ketat di awal. “Kami sengaja melakukan seleksi yang ketat, karena kami tidak ingin dana dari para donatur disia-siakan,” tambahnya.

Untuk Angkatan 2107 ini, SPI Jakarta menerima 86 orang peserta dari total seratusan yang telah mendaftar, seperti yang diterangkan oleh M. Fahim Ilmi, Kepala SPI Jakarta.

Perkuliahan perdana ini dimulai setelah Maghrib dan diisi dengan perkenalan, penjelasan jati diri SPI dan pembacaan tata tertib. Kuliah pun berakhir pukul 21.00 WIB dengan tertib. [islamedia/ikhsan/abe]