Inilah Penjelasan Lengkap GP Ansor Sidoarjo Tentang Insiden Penolakan Ceramah Ustadz Khalid Basalamah





Islamedia - Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Sidoarjo Riza Ali Faizin menyampaikan penjelasan terkait penghentian Pengajian Ustadz Khalid Basalamah yang berlangsung di  Masjid Sholahuddin Gedangan Sidoarjo Jawa Timur, sabtu(4/3/2017). (baca: Pengajian Sunnah Sidoarjo Dibubarkan Paksa, Ustadz Khalid Basalamah Berhasil Dievakuasi)

Dalam penjelasanya, pihak GP Ansor Sidoarjo menegaskan bahwa tidak pernah membubarkan pengajian, yang benar menolak secara Khusus sosok Ustadz Khalid Basalamah mengisi pengajian.

Berikut ini penjelasan lengkap GP Ansor Sidoarjo yang diterima Islamedia, senin(6/3/2017). 

---------------------------------------------------

Perjuangan Ansor Melarang Dai Provokatif, Adu Domba Dan Menebar Kebencian

Setelah kejadian kemarin (Penolakan Ansor terhadap Penceramah Khalid Basalamah) muncul banyak isu dan berita baik di Media online dan sosial Media. Diantaranya Ansor membubarkan majlis ilmu, Ansor merusak masjid, gereja dijaga namun kegiatan ilmu sesama muslim dibubarkan dan banyak berita miring yang muncul. 

Sengaja atau tidak, namun inilah gaya mereka dalam berdakwah menyebarkan berita yang tidak sebenarnya, mendramatisir bahkan keluar dari konteks kejadian dengan tujuan menjelekkan kelompok lain dan mengambil simpati.

Maka dari itu perlu ada klarifikasi dan kronologi kejadian.

1. Yang kita tolak bukanlah majlis ilmunya sebagai bukti ketika Basalamah turun diganti ustadz lain kita tidak mempermasalahkan.

2. Saat forum mediasi oleh Kapolresta antara MWC NU, Ansor, Panitia dan pengurus Masjid. Kapolresta meminta bukti rekaman / contoh ceramah Khalid Basalamah yang dianggap memprovaksi dan rentan menimbulkan konflik? Ansor sudah menyiapkan 3-video bagaimana Khalid Basalamah menelanjangi ajaran lain, menyalahkan aliran lain tanpa memahami duduk permasalah, mensyirikkan tanpa perbandingan dalil, inilah yang kemudian kami anggap menjadi pokok persoalan. 

Bukan perbedaan madzhabnya tapi bagaimana menghargai perbedaan. Ansor dan NU sudah terbiasa berbeda faham dengan muhammadiyah dan aliran lain yang seiman bahkan dengan agama lain namun tidak ada provokasi dan tetap hidup dengan rukun dan damai.

3. Ketika terjadi negoiasi dengan Kapolresta, panitia menyatakan bahwa yang ceramah bukan Khalid basalamah melainkan CD rekaman. Inilah gaya mereka berbohong.

Dan ketika kita mengetahui bahwa yang berceramah adalah asli Khalid Basalamah maka Ansor merasa dibohongi. Namun kita tetap sabar. Dan tetap pada koridor negoisasi dan percaya pada pihak kepolisian.

4. Namun Apa yang terjadi? berita yang beredar dimedia kita melakukan pembubaran dan bentrok bahkan merusak masjid.

Masyallah tidak ada satupun aset rumah Allah yang dirusak dan dikotori oleh Ansor Banser NU.

5. Disaat situasi sdah tenang dan selesai karena ada kesepakatan MOU bahwa panitia akan menghentikan ceramah Cholid Basalamah serta tidak akan menaikkan mimbar lagi bahkan pengurus masjid tidak akan mengundangnya dikemudian hari. 

Situasi sudah tenang Ansor Banser mau pulang tiba tiba ada laporan bahwa: Ketua PAC Ansor tulangan dipukul jamaah pegajian. Dan pemukulnya sudah diamankan polisi. Ketua PAC atas nama Zaini tdk melawan bahkan di Mapolsek Gedangan Shbt. Zaini memaafkannya kerena Islam yang diajarkan para pendiri NU adalah Islam yang ramah. Atas nama ukhuwah Islamiyah pelaku yang mengaku warga kamal dimaafkan.

6. Selain melakukan penolakan terhadap penceramah Kholid Basalamah, PC GP Ansor juga meminta untuk melakukan Tabayyun, berdialog dan berbagi ilmu dengan Khalid Basalamah tujuannya kita menjaga tradisi keilmuan sekaligus ingin menghilangkan kesalahfahaman namun permintaan ditengah negoisasi itu tidak kesampaian kerena kita konsentrasi atas hasil kesepakan (MOU) untuk mendinginkan suasana dan mudah-mudahan kedepan cita-cita mempertemukan antara Khalid Basalamah dengan Kyai NU akan terselenggara.

Minggu 5 Maret 2017

Riza Ali Faizin
Ketua PC GP Ansor Sidoarjo

[islamedia]