Ikuti Sunnah Nabi, Anggota Polisi ini Pelihara Jenggot




Islamedia - Page Facebook Polri Cinta Sunnah mengunggah foto anggota polisi dengan tampilan wajah tidak seperti polisi kebanyakan, anggota polisi ini nampak memiliki jenggot yang panjang.

Menyertai foto tersebut, terdapat pula caption tulisan dengan judul "Jenggotku Bukan Teroris".

Tulisan ini ditulis oleh anggota kepolisian bernama Al Akh Brigadir Abu Aliif Harits hafizhahullahu  pada hari Ahad (24/7/2017).

Berikut ini tulisan lengkapnya.


 "Jenggotku Bukan Teroris"
-----------------------------------
Setiap aku berjalan menuju masjid, atau menginjakkan kaki di tempat kerja, ada tatapan yg selalu diberikan. 

Bila bisa berkata, tatapan itu seolah berbicara "orang aneh" atau bahkan mereka yg selalu termakan tulisan dalam media tanpa mencernanya terbata-bata.

Mereka yg terdoktrin gambar dan video dari wadah-wadah penyebar berita,
Tatapan itu bisa berkata "dia teroris!"

Ya, Mereka menatap jenggotku, celana 'cingkrang' yg ku kenakan, bahkan kelakuanku yg selalu berusaha hadir tepat waktu di rumah Tuhan.

Mereka menatapnya dengan sinis tanpa nilai,
Apa salah jenggotku?
Juga, apa salah celanaku?

Aku tak pernah mempertanyakan perihal gambar-gambar di tubuhmu, atau rambut gimbalmu, bahkan pakaianmu.

Aku juga tidak mampu menilaimu, karena sejatinya manusia tak mampu menilai dengan makhluk sesamanya.

Lantas, mengapa jenggot dan celanaku bermasalah?

Hanya karena status 'POLISI' yang ku sandang membuatku tak bisa melaksanakan ketaatan pada-Nya?

Aku bukan ingin mengajarkan kalian, apalagi melabelkan diriku 'guru' bagi kalian.

Sungguh... bukan itu maksudku.

Aku hanya ingin meningkatkan takwa ku pada-Nya, 
Hanya ingin selalu dipandang indah oleh-Nya,

Wahai kawan yg selalu menganggapku lawan...
Jenggotku bukan teroris...

Celana 'cingkrang' ku bukan label hitam pada Islam.
Islam itu sedemikian indah sampai-sampai aku tak sanggup mendeskripsikan,
Meski aku polisi bukan berarti aku tak punya mimpi untuk menjadi hamba-Nya yg terpuji.
Polisi pekerjaanku.
Dan jenggot serta celanaku tak ada pengaruhnya terhadap kinerjaku.

Putus asa bukan bagian hidupku, menyerah demi mempertahankan sunnah tidak ada dalam kamus hidupku.

Aku tak akan banyak bicara.
Ini yg akan aku pertahankan, sunnah yg dianjurkan Sang Baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Meski kalian tidak suka, tapi ketaatanku pada-Nya tetap yg utama,

Semoga Allah selalu mengampuni kita,

Ditulis di Bumi Alloh,
Ahad, 19 Syawwal 1437 H / 24 Juli 2016

Oleh,
Al Akh Brigadir Abu Aliif Harits hafizhahullahu 

[islamedia]