Akmal : SPI Hadir Sebagai Respon Intelektual Problematika Umat Islam




Islamedia Sekolah Pemikiran Islam (SPI) Jakarta menggelar kuliah perdana kursus singkat untuk Angkatan 2017. Dalam kuliah itu, SPI memperjelas komitmennya untuk menjadi lembaga pendidikan yang berkontribusi membangkitkan kembali tradisi ilmu untuk mengembalikan kejayaan peradaban islam.

Kuliah yang berlangsung pada Rabu malam (08/03) di Aula INSISTS, Kalibata ini menghadirkan Akmal Sjafril selaku founder SPI dan juga sebagai Kepala SPI Pusat.

Akmal menerangkan bahwasanya SPI hadir untuk menjadi respon intelektual dari banyaknya problematika umat Islam saat ini. “Seringkali kita menanggapi masalah dengan emosional. Contohnya, ketika adanya isu JIL. pertanyaan yang muncul adalah ‘apakah mereka bagian dari umat Islam?’, atau ‘apakah mereka halal darahnya?’. Ini karena kurangnya tradisi ilmu pada umat islam saat ini. Padahal masalah JIL ini harus kita tangani secara intelektual, bukan emosional,” ungkapnya.

Salah satu komitmen menjalankan tradisi ilmu dalam kuliah ini adalah dengan menerapkan larangan meng-copy file presentasi dan merekam suara. “Kita larang merekam dan meng-copy file presentasi karena ilmu yang benar tidak didapatkan dari rekaman, melainkan dari talaqqi,” ujar Akmal pada sesi tanya-jawab di penghujung acara.

Pada pukul 21.00 WIB, kuliah ditutup dengan foto bersama pengurus dan 80-an peserta.

Acaranya bagus, membuka wawasan tentang bagaimana menjawab permasalahan umat Islam dari sisi pemikiran,” komentar Beny Yusron, salah satu peserta SPI Angkatan 2017. [islamedia/naufal/abe]