Anggota Parlemen Amerika Boikot Pelantikan Donald Trump Menjadi Presiden




Islamedia -  Sejumlah anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Demokrat melakukan aksi protes terhadap kemenangan Donald Trump dengan memboikot pelantikan Donald Trump sebagai presiden. 

Sampai hari selasa (17/1/2017), sudah lebih dari 25 anggota parlemen dari Partai Demokrat yang akan memboikot pelantikan Trump yang akan dilaksanakan pada hari Jum'at,20 Januari 2017

Seperti dilansir sindonews, Puluhan politisi Demokrat itu mengikuti jejak anggota Kongres yang juga ikon hak-hak sipil AS, John Lewis. John Lewis pada Jumat pekan lalu menegaskan bahwa dia tidak akan menghadiri pelantikan Trump di Washington DC dengan mengklaim bahwa Trump bukanlah “presiden sah”.

Klaim Lewis itu menyusul tuduhan bahwa Trump dan Rusia memiliki ikatan kerajaan bisnis. Tak terima dengan tuduhan itu, Trump mengecam Lewis di Twitter. Menurut Trump, Lewis hanya bicara dan tindakannya tidak ada hasil.

Lewis adalah anggota terkemuka dari gerakan hak-hak sipil pada tahun 1960, yang berkampanye untuk kesetaraan ras. Dia dipukuli oleh polisi selama pawai menyuarakan hak Selma-Montgomery tahun 1965 dan diserang oleh kelompok Ku Klux Klan.

Kecaman Trump terhadap Lewis memicu reaksi dari para anggota parlemen dari Partai Demokrat. Ted Lieu, anggota parlemen dari California mengatakan, ”Bagi saya, keputusan pribadi untuk tidak menghadiri pelantikan cukup sederhana: Apakah saya berdiri dengan Donald Trump, atau apakah saya berdiri dengan John Lewis? Saya berdiri dengan John Lewis.”

Anggota parlemen dari New York, Yvette Clarke, menulis di Twitter bahwa dia juga akan memboikot pelantikan Trump. ”Ketika Anda menghina (John Lewis), Anda menghina Amerika,” tulis dia, seperti dikutip IB Times, Selasa (17/1/2017). 

Sementara Politisi Partai Demokrat lainnya dari Georgia, California dan wilayah lain juga memilih untuk memboikot pelantikan Trump. Beberapa dari mereka justru memilih akan ikut protes jalanan di Washington DC saat pelantikan Trump berlangsung. 

Pada Martin Luther King Day yang jatuh pada Senin (16/1/2017), Trump memuji King sebagai pemimpin hak-hak sipil yang terkenal berjuang bersama Lewis. Pujian Trump itu dianggap sebagai upaya untuk meredam ketegangan.

“Merayakan Martin Luther King Day dan banyak hal indah tentang dia. Hormatilah dia untuk menjadi orang besar!,” tulis Trump di Twitter. [islamedia]