Ahok Ngaku Kenal Dekat dengan Pimpinan Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar : Tak Ada Hubunganya dengan Kasus Penistaan Agama


Islamedia - Dalam persidangan hari selasa, 10 Januari 2017, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengklaim dirinya kenal dekat dengan Ketua Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjutak. Ahok mempertanyakan kenapa Pemuda Muhammadiyah melalui Pedri Kasman harus lapor Ahok ke Polisi.

Menanggapi pernyataan Ahok tersebut, secara tertulis melalui akun Facebook pribadinya Dahnil Anzar memberikan jawabanya. Dahnil membenarkan bahwa dirinya memang kenal Ahok secara pribadi, karena jauh sebelum kasus penistaan agama ini, Dahnil sempat beberapa kali berinteraksi dengan Ahok.

"Saya merasa Terhormat Ahok mengaku Kenal baik dengan saya sama seperti dia mengaku Kenal baik dengan Buya Syafii Ma'arif. Jauh sebelum pernyataan Ahok terkait dengan Surat Al Maidah 51, saya dan kawan-kawan masyarakat Sipil kagum dengan keberanian ahok melawan dugaan praktek rente dan bancakan APBD DKI yang diduga dilakukan oleh anggota DPRD dan Birokrasi DKI Jakarta, keberanian seperti itu jarang ditunjukkan oleh beberapa kepala daerah yang ada di Indonesia, sehingga sebagai Penggiat Antikorupsi saya beberapa kali bertemu dengan Ahok bersama kawan-kawan Penggiat Antikorupsi lainnya. Bahkan, Ahok kami undang ke acara Diskusi Rutin Madrasah Antikorupsi di Menteng Raya 62 dua tahun lalu tepatnya tanggal 12 April 2015, dalam beberapa kesempatan saya ikut memberikan pandangan di media terkait dengan sikap ahok melawan DPRD Bersangkutan dengan Kasus UPS. Bahkan, saya seringkali menasehati ahok terkait dengan ucapan-ucapan kasar dia di beberapa media seperti Kompas TV, saat itu, yang bagi saya adalah sikap Niradab" tulis Dahnil di akun Facebook pribadinya, selasa(10/1/2017).

Dahnil lebih lanjut menuliskan : "Nasihat-Nasihat agar Ahok lebih baik selalu saya sampaikan melalui Pesan WhatsApp. Namun, Pesan-Pesan Nasihat dan Komunikasi dengan Ahok Langsung tidak lagi saya lakukan secara intens Ketika saya Sadar Ahok Tetap terus melakukan kebijakan yang tidak berpihak membela kaum miskin melalui penggusuran Secara massif dan muncul berita Indikasi dugaan korupsi pada Kasus Reklamasi dan Rumah Sakit Sumber Waras yang diduga melibatkan banyak pihak, juga ketika KPK meminta keterangan Ahok terkait kedua Kasus tersebut, serta dugaan potensi korupsi pada diskresi yang dibuat Ahok seperti banyak diulas media seperti Tempo".


Jadi Meskipun kenal secara pribadi, Dahnil menegaskan bahwa tidak ada hubunganya pelaporan Polisi terhadap ahok terkait dengan Kasus penistaan Agama yang dilakukan Ahok, justru seharusnya Ahok Sudah mendengarkan dan mengikuti nasihat yang kami sampaikan terkait dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas disampaikan yang Niradab tersebut.

Dahnil juga membantah tudingan Ahok terhadap Pedri Kasman yang dianggap tidak mewakili Pemuda Muhammadiyah adalah tudingan yang keliru, karena Pedri secara resmi ditunjuk oleh Dahnil untuk melaporkan kasus penistaan agama yang dilakukan Ahok.

"Apa yang dilaporkan Pedri Kasman adalah mandat dari saya sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah jadi keliru bila ahok menyerang Pedri tidak mewakili Pemuda Muhammadiyah" papar Dahnil. [islamedia.id]