Turis Asal Amerika Ini Kagum dengan Aksi Damai 212 yang Berjalan Tertib dan Rapi

Islamedia - Sudah satu pekan sejak Aksi Bela Islam Jilid 3, namun masih menyisakan beragam kisah inspiratif, kali ini kisah tentang kekaguman Warga Negara Amerika bernama Mr Paul. Saat Aksi 212 dirinya sedang berkunjung ke Jakarta dengan Paspor turis dengan keperluan berwisata.

Salah satu peserta Aksi 212 bernama  Andi Khomeini Takdir Haruni bercerita tentang pertemuanya dengan Mr Paul ditengah massa Aksi 212. 

Berikut ini kisah lengkapnya yang pertama kali dipublikasikan oleh bersamadakwah.net, jum'at(9/12/2016).

=========================

Dalam perjalanan pulang dari Monas, saya bertemu wisatawan dari Amerika ini. Mr. Paul nama beliau. Dari jauh saya perhatikan ia sibuk mengambil gambar peserta aksi yang didominasi pakaian putih. Wajahnya tampak antusias sekali.

Kuhampiri dia sembari memperkenalkan diri dan menanyakan apa pendapatnya mengenai yang ia lihat.

Dia bilang,"Ini ada apa?"

Saya jawab, "4-5 juta orang kurang lebih. kami baru saja selesai menyampaikan aspirasi atas tindakan penistaan agama oleh seorang pejabat".

Dia bilang lagi, "Nice! melihat orang-orang ini begitu banyak, damai, dan setuju atas satu hal tersebut".

Saya sambung, "Mengapa?"

Mr. Paul menjawab, "Kami di Amerika justru bertindak anarki, merusak fasilitas publik dan membakar, akibat kontestasi politik Pilpres".

Saya tak berpanjang lebar lagi. Sambil tersenyum dan manggut-manggut, saya persilakan dia untuk kembali merasakan sensasi aksi damai tersebut.

Dalam hati saya berdoa agar mereka-mereka yang masih saja nyinyir atas Aksi Damai Bela Islam ini segera sadar diri. Karena turis asing seperti Mr. Paul ini tak sendiri. Ada banyak yang berbaur dengan peserta aksi. Boleh jadi, mereka akhirnya mengetahui sendiri fakta yang asli.

Mereka menyaksikan langsung bagaimana kedewasaan umat Islam di Indonesia (yang juga dibantu oleh umat beragama lainnya) dalam menghadapi kelompok-kelompok yang menistakan agama dan mengancam keutuhan bangsa.

Mari teman-teman, kita doakan kebaikan dan keselamatan bagi para ulama, pemimpin, dan rakyat se-Nusantara. Bebas merdeka dari propaganda imperialis asing yang ingin memisahkan komponen agama dari kehidupan bangsa. Rencana jahat musuh negara agar lebih mudah bagi mereka menguasai segala potensi kita.

Sedikit ide terbetik. "Apakah ini satu dari sekian pertanda bahwa Indonesia siap memimpin transformasi dunia ke level berikutnya?" [islamedia.id]