Inilah Hasil Investigasi Tentang Pembubaran KKR Kristen di Bandung

Islamedia - Terjadi simpang siur pemberitaan tentang pembubaran Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) oleh Organisasi Massa Islam di Sabuga Bandung pada selasa, 6 Desember 2016.

Berikut hasil investigasi yang dilakukan K.H. Herdiana Suhaeri kepada FUUI (Forum Ulama Ummat Islam) / ANNAS (Aliansi Nasional Anti Syiah). Kemudian dipublikasikan oleh Azzam Mujahid Izzulhaq melalui akun Facebook pribadinya, rabu(7/12/2016).

======================

Bahwa permasalahan ini adalah pelanggaran Surat Keputusan Bersama (SKB), Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama Republik Indonesia, Surat Ijin Tidak Lengkap dan pelanggaran jam pelaksanaan. 

Mengenai PAS (Pembela Ahlu Sunnah) adalah memang benar aliansi baru. Namun anggotanya adalah organisasi-organisasi Islam yg lama sebagaimana biasa (yang aksinya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum).

Dapat dipastikan bahwa pemberitaan negatif yang berkembang adalah PEMELINTIRAN BERITA OLEH OKNUM MEDIA dengan tujuan untuk merusak tatanan kehidupan beragama yang damai di kota Bandung yg BERLANDASKAN HUKUM DAN ATURAN."

Kemudian saya mengklarifikasi bahwa ada pernyataan dari Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jawa Barat, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus bahwa Panitia KKR Natal TIDAK MEMILIKI IJIN yg lengkap.

Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus juga melanjutkan bahwa Kepala Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, Komisaris Besar Polisi Winarto telah melakukan mediasi antara PAS dan Panitia KKR. 
Dalam mediasi tersebut disepakati bahwa ibadah PADA SIANG HARI tetap dilanjutkan, namun ibadah di malam hari, karena MASALAH PERIJINAN kedua pihak SEPAKAT ditunda/tidak dilaksanakan.

Sekali lagi, ini klarifikasi sementara. Kami akan tetap mendatangi satu per satu pihak yg terkait secara adil. Jika memang ada indikasi sikap yang salah, siapa pun, tetap kami 'jewer' karena telah membuat suasana menjadi riuh di tengah indah dan damainya #AksiBelaIslam beberapa hari lalu. Tidak boleh ada pihak mana pun yg merusak tatanan baik ini.

Demikian klarifikasi sementara secara LANGSUNG (bukan hanya mengutip pemberitaan media dan atau katanya).

***

Update selanjutnya akan tetap disampaikan.

Semoga Allah melindungi kita dari propaganda pemberitaan media yang tidak menginginkan bangsa kita aman dan damai di bawah aturan dan perudang-undangan yg jelas. 

Semoga Allah melindungi umat Islam Indonesia, terutama para pembela Al Quran dari berbagai macam fitnah dari orang-orang yg membencinya. Semoga Allah melindungi bangsa dan negara kita dari kezhaliman yg nyata.

Allahumma arinal haqqa haqqan warzuqnattiba'ah. Wa arinal bathila bathilan warzuqnajtinabah.

Duhai Allah, tunjukkanlah kepada kami yg benar adalah benar adanya serta perkenankan kami mengikutinya. Tunjukkanlah pula kepada kami yg salah adalah salah adanya serta perkenankan kami menjauhinya. Amin.

[islamedia.id]