Hidayat Nur Wahid : Terdakwa Penista Agama Seharusnya Ditahan, Mengapa Ahok Tidak




Islamedia - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nurwahid mempertanyakan mengapa sudah menjadi terdakwa kasus penistaan agama Ahok tidak ditahan, berbeda dengan kasus penistaan lainya yang langsung ditahan.

Hidayat kemudian bertanya kepada para hakim dan jaksa apakah rela agama mereka dinistakan. ''Kalau tidak rela, jatuhkan sanksi hukum untuk penuhi rasa keadilan publik,'' ujar Hidayat di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah Jakarta, seperti dilansir republika(15/12/2116).

Secara pribadi Ahok memang sudah meminta maaf, Hidayat mengatakan masyarakat bisa memaafkan. Tapi sayanganya, Ahok memberi contoh terbalik pula saat ada yang meminta maaf padanya dan ia bilang tidak cukup. 

''Ini persoalan hukum, lanjutkan saja. Ini pembuktian bahwa di Indonesia hukum bisa tegak untuk semua. Ahok contoh baik bahwa penista agama, siapapun dia, tetap dikenai penegakkan hukum,'' kata Hidayat.

Hidayat meminta jaksa dan hakim juga ikut menghormati hukum. Jangan sampai dalam proses ada kongkalikong. Jangan sampai ada rumor hakim jaksa kalah dengan air mata.

Menurut Hidayat, pernyataan Ahok di Kepulauan Seribu itu bukanlah satu-satunya. Pernyataan serupa tidak hanya ia sampaikan di satu kesemptan tapi berbagai kesempatan yang terekam publik. Di awal-awal, Ahok bahkan malah membantah pernyataanya, bukannya meminta maaf.[islamedia]