Wapres Jusuf Kalla : Demokrasi Itu Bebas, Termasuk Memilih Calon Pemimpin Atas Dasar Agama

Islamedia - Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan bahwa dalam hidup berdemokrasi semua pihak harus menghargai pihak lain, termasuk soal pertimbangan memilih calon pemimpin atas dasar agama yang dianut.

"Dalam demokrasi, orang bebas memilih sesuai apa yang disuka, termasuk alasan primordial soal kesamaan agama" ujar Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta Pusat,  seperti dilansir tempo.co, Jumat (21/10/2016).

Jika ada orang menyarankan memilih figur tertentu dengan alasan tersebut ke kalangan internal, hal tersebut boleh-boleh saja. "Kalau di kalangan sendiri silakan saja berdiskusi, bahwa suka si A, si B, silakan saja," kata Kalla.

Menurut JK, Kecenderungan orang memilih figur pemimpin dengan kesamaan agama atau faktor lain, kata Kalla, adalah hal yang terjadi di semua negara. 

Bahkan hal tersebut terjadi di Amerika, sehingga butuh 240 tahun sejak Amerika merdeka, orang hitam baru bisa jadi presiden. Juga, butuh 175 tahun sejak merdeka, orang Katolik di Amerika bisa jadi presiden. "Seluruh calon Katolik gagal sebelum John F. Kennedy," papar Kalla.

Oleh sebab itu Jusuf Kalla meminta semua elemen bangsa di Indonesia tetap menjaga keharmonisan, saling menghormati baik mayoritas maupun minoritas. [islamedia.id]